Tak Hanya Bentuk Otot, Suplemen Kreatin Berpotensi Bantu Lawan Kanker

2 weeks ago 12
Tak Hanya Bentuk Otot, Suplemen Kreatin Berpotensi Bantu Lawan Kanker Ilustrasi(Magnific)

SELAMA ini, kreatin (creatine) sangat populer di kalangan atlet dan binaragawan sebagai suplemen untuk meningkatkan kekuatan otot dan performa fisik. Namun, sebuah penelitian terbaru dari University of California - Los Angeles (UCLA) menguak fungsi lain yang mengejutkan. Suplemen ini diduga kuat dapat membantu sistem kekebalan tubuh untuk melancarkan serangan yang lebih agresif terhadap sel kanker.

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal iScience ini menemukan bahwa kreatin mampu mendongkrak aktivitas sel dendritik. Sel dendritik merupakan sel imun khusus yang bertugas mendeteksi keberadaan tumor sekaligus mengaktifkan sel T pembunuh (killer T cells) untuk menghancurkan kanker. Temuan yang berbasis eksperimen pada tikus dan sel manusia ini memperkuat riset laboratorium sebelumnya yang menunjukkan bahwa kreatin juga meningkatkan fungsi sel T dalam melawan kanker.

Saat ini, berbagai metode imunoterapi kanker dirancang untuk mengaktifkan sel T pembunuh. Kendati demikian, efektivitasnya baru dirasakan oleh sekitar 20 hingga 40 persen pasien. Tim peneliti UCLA meyakini bahwa dengan mengoptimalkan fungsi sel dendritik, yang bertindak sebagai koordinator sel T,efektivitas imunoterapi dapat diperluas ke lebih banyak pasien.

"Imunoterapi telah menunjukkan potensi yang luar biasa, tetapi metode ini baru bekerja pada sebagian kecil pasien," ujar Lili Yang, profesor mikrobiologi, imunologi, dan genetika molekuler di UCLA selaku penulis senior dalam studi ini. 

"Penelitian kami membuktikan bahwa kreatin tidak hanya membantu sel T yang melawan kanker, tetapi juga memberikan energi pada seluruh infrastruktur yang mendukung dan mengarahkan mereka. Hal ini menjadikan kreatin sebagai suplemen potensial untuk mendukung respons imun secara holistik yang sangat dibutuhkan oleh imunoterapi modern."

Dalam eksperimen laboratorium, tim ilmuwan menyuntikkan kreatin setiap hari pada tikus model melanoma (kanker kulit). Hasilnya, pertumbuhan tumor melambat secara signifikan. Analisis metabolomik menunjukkan bahwa asupan kreatin meningkatkan kadar ATP (sumber energi utama sel) pada sel dendritik. Peneliti menganalogikan peran kreatin ini seperti baterai isi ulang yang menjaga cadangan energi sel imun agar tetap prima, bahkan saat harus berebut nutrisi dengan sel tumor yang tumbuh agresif.

Tidak hanya pada hewan, uji laboratorium pada sel imun manusia menunjukkan bahwa kreatin meningkatkan aktivasi sel dendritik yang biasa digunakan untuk memproduksi vaksin kanker. Temuan ini membuka peluang penggunaan kreatin sebagai komponen tambahan guna meningkatkan kualitas vaksin berbasis sel dendritik sebelum disuntikkan ke pasien.

James Elsten-Brown, mahasiswa pascasarjana di laboratorium Yang sekaligus salah satu penulis utama studi ini, menambahkan, "Potensi yang kami lihat di sini adalah kreatin dapat digunakan dalam dua cara yang saling melengkapi: sebagai suplemen untuk meningkatkan respons imun pasien yang sudah menerima imunoterapi, dan sebagai alat untuk meningkatkan kualitas vaksin berbasis sel dendritik sebelum diberikan."

Meski hasil penelitian ini sangat menjanjikan, para peneliti mengingatkan bahwa studi ini masih berada dalam tahap awal. Pengujian baru dilakukan pada tikus dan kultur sel manusia di laboratorium, bukan pada pasien kanker sungguhan. Oleh karena itu, temuan ini belum bisa dijadikan bukti mutlak bahwa suplemen kreatin dapat langsung menyembuhkan atau meningkatkan efektivitas pengobatan kanker pada manusia.

Peneliti juga menegaskan agar pasien yang sedang menjalani pengobatan kanker wajib berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen apa pun. Langkah selanjutnya dari riset ini adalah melakukan uji klinis prospektif guna memastikan apakah suplementasi kreatin benar-benar aman dan efektif bagi pasien yang tengah menjalani imunoterapi kanker. (Science Daily/iscience/Z-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |