Suporter Mesir Kecewa Kepemimpinan Wasit Francois Letexier Usai Kalah dari Argentina

2 weeks ago 15
Suporter Mesir Kecewa Kepemimpinan Wasit Francois Letexier Usai Kalah dari Argentina Para pendukung timnas Mesir(AFP/AHMED HASAN)

SUPORTER timnas Mesir meluapkan kekecewaan mendalam terhadap kepemimpinan wasit Francois Letexier setelah tim kesayangan mereka menelan kekalahan tipis 2-3 dari timnas Argentina. Laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 tersebut berlangsung di Stadion Atlanta, Amerika Serikat, pada Selasa (7/7) malam WIB.

Kekecewaan para pendukung The Pharaohs dipicu oleh sejumlah keputusan pengadil lapangan yang dianggap merugikan Mesir. Salah satu poin krusial adalah dianulirnya gol kedua Mesir yang dicetak oleh Mostafa Zaki Abdelraouf pada menit ke-58.

Wasit Letexier membatalkan gol tersebut setelah meninjau Video Assistant Referee (VAR) dan menganggap telah terjadi pelanggaran terhadap bek Argentina, Lisandro Martinez, sebelum gol tercipta.

"Kami seharusnya mendapatkan hasil yang lebih baik. Ada beberapa pertanyaan terkait laga ini, termasuk soal gol kami yang dibatalkan," ujar Wail, salah satu suporter Mesir yang hadir di stadion.

Drama Lima Gol di Atlanta

Mesir sebenarnya sempat tampil dominan dan memimpin dua gol terlebih dahulu. Yasser Ibrahim membuka keunggulan pada menit ke-15, disusul gol sah Mostafa Zaki Abdelraouf pada menit ke-67 yang sempat membawa Mesir unggul 2-0.

Namun, Argentina menunjukkan mentalitas juara bertahan. Tim Tango berhasil menyamakan kedudukan dalam kurun waktu empat menit melalui aksi Cristian Romero (79') dan sang kapten Lionel Messi (83'). Kemenangan Argentina akhirnya dipastikan oleh sundulan Enzo Fernandez pada masa injury time (90+2').

Kontroversi Gol Kemenangan Argentina

Gol penentu kemenangan Argentina tidak lepas dari sorotan tajam. Sebelum gol Enzo Fernandez tercipta, suporter Mesir menilai ada dua insiden di kotak penalti Argentina yang seharusnya berbuah penalti bagi tim mereka.

Insiden pertama melibatkan Alexis Mac Allister yang terlihat menarik jersi Hamdy Fathy, namun wasit membiarkan laga berlanjut. Tak lama berselang, Julian Alvarez tampak menjatuhkan Mohamed Salah di area terlarang. Dari kemelut tersebut, bola dialirkan ke depan hingga Lautaro Martinez mengirimkan assist untuk gol penutup Argentina.

"Sebelum gol ketiga mereka, ada pelanggaran yang berpotensi penalti. Padahal, ketika kami membuat gol, wasit langsung meniup peluit," tutur Eiad, suporter Mesir lainnya dengan nada frustrasi.

Rasa frustrasi suporter Mesir bahkan sempat memicu ketegangan kecil di luar stadion. Beberapa pendukung terlihat menggerakkan tangan seolah menghamburkan uang di hadapan suporter Argentina sebagai bentuk protes terhadap integritas pertandingan. Beruntung, pendukung Argentina tidak terpancing sehingga tidak terjadi bentrokan fisik.

Sejarah Baru Sepak Bola Mesir

Meski harus tersingkir secara menyakitkan, Mahmoud, suporter Mesir lainnya, menegaskan bahwa publik Mesir tetap bangga. Piala Dunia 2026 menjadi catatan sejarah emas bagi Mesir karena untuk pertama kalinya mereka berhasil menembus fase gugur setelah selalu kandas di babak grup pada edisi 1934, 1990, dan 2018.

Langkah Mesir ke 16 besar dipastikan setelah mereka mencatatkan kemenangan perdana di babak gugur dengan menumbangkan Australia di babak 32 besar. Sementara itu, Argentina kini melaju ke perempat final untuk menghadapi Swiss, yang sebelumnya sukses menyingkirkan Kolombia. (Ant/Z-1)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |