Serba-serbi Pelantikan Nanik Deyang dan Said Iqbal

19 hours ago 3

PRESIDEN Prabowo Subianto melantik sejumlah pejabat baru untuk membantu jalannya pemerintahan pada Senin, 8 Juni 2026 di Istana Negara, Jakarta. Salah satunya Prabowo melantik pimpinan Badan Gizi Nasional yang baru. Berikut rangkuman agenda pelantikan yang dilakukan Prabowo.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

1. Nanik Deyang Dilantik Jadi Kepala BGN

Nanik Sudaryati Deyang resmi dikukuhkan sebagai Kepala BGN menggantikan Dadan Hindayana. Anggota tim pemenangan Prabowo di Pilpres 2019 ini sebelumnya menjabat sebagai wakil kepala BGN yang bertanggung jawab pada proyek makan bergizi gratis itu.

Selain Nanik, Prabowo juga melantik dua wakil kepala BGN yang baru. Mereka adalah mantan Wakil Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Agustina Arumsari, serta Trenggono yang memutuskan purna dini dari TNI. Pelantikan tiga pimpinan BGN yang baru itu didasarkan pada Keputusan Presiden Nomor 18/M Tahun 2026.

“Bahwa saya, akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darmabakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya, dengan penuh rasa tanggung jawab,” kata Prabowo saat membacakan sumpah jabatan pada Senin, 8 Juni 2026.

Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang menyatakan ingin berhati-hati dalam memakai anggaran negara dalam mengelola proyek MBG. Menurut dia, disiplin keuangan itu dapat dilakukan dengan bantuan wakilnya, Agustina Arumsari.

"Saya tidak akan mengambil keputusan apa pun berkait pengeluaran duit bila Bu Arumsari tidak oke," kata Nanik setelah dilantik.

Selain itu, Nanik berujar, BGN di bawah kepemimpinannya akan fokus melakukan efisiensi anggaran tanpa mengurangi target penerima manfaat. "Agar bisa tidak membebani anggaran negara pada saat ini," ucap dia.

2. Prabowo Lantik Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus Presiden 

Selain melantik pimpinan BGN yang baru, Presiden Prabowo Subianto juga mengambil sumpah jabatan kepada pimpinan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia Said Iqbal. Presiden Partai Buruh ini ditugasi sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh.

Pelantikan Said Iqbal dilakukan berbarengan dengan pengambilan sumpah jabatan tiga pimpinan BGN. Pelantikan ini termuat dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres RI) Nomor 58/P Tahun 2026 tentang Pengangkatan Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh.

Seusai dilantik, Said Iqbal menyatakan bakal segera memberikan laporan dan menyampaikan pandangan perihal kondisi kesejahteraan buruh di Indonesia kepada Prabowo. Salah satunya, kata dia, berkenaan dengan target pertumbuhan ekonomi 8 persen.

“Dalam pandangan kami, pertumbuhan itu harus diimbangi dengan redistribusi kekayaan yang merata, kesetaraan kesempatan, setiap orang punya kesempatan. Kalau bahasa kami yang sederhana, kau boleh kaya, tapi jangan miskinkan kami,” ucap Said.

Dia mengatakan upah layak buruh, pelindungan terhadap pekerja buruh migran, hingga kepastian kerja, pendapatan, dan jaminan sosial kelompok buruh bakal ia adukan ke presiden. Dia berujar laporannya itu dapat menjadi bahan pertimbangan dalam analisis kebijakan.

3. Prabowo Terima Surat Kepercayaan Dubes Negara Sahabat

Dalam agenda pelantikan pada Senin, 8 Juni 2026 itu, Presiden Prabowo Subianto juga menerima surat kepercayaan atau kredensial dari 8 duta besar negara sahabat. Namun penyerahan kredensial ini dilakukan secara tertutup di Istana Kepresidenan, Jakarta.

Adapun delapan duta besar yang menyerahkan surat kepercayaan ke presiden berasal dari Filipina, Sri Lanka, Ceko, Yunani, Santa Lusia, Korea Selatan, Palestina, Libanon, dan Saint Lucia. Mereka termasuk dalam 17 duta besar negara sahabat yang sebelumnya harus menunggu berbulan-bulan untuk bisa menyerahkan kredensial ke presiden.

Wakil Menteri Luar Negeri Anis Matta mengatakan acara tersebut berlangsung tertutup karena alasan teknis. Ia tak menjelaskannya secara detail. "(Acara tertutup) itu biasa saja, tidak ada yang istimewa di situ," kata dia seusai prosesi.

Dalam acara penyerahan kredensial di Istana, kata Anis, para dubes mendapat kesempatan masing-masing untuk berbicara dengan Presiden Prabowo. Forum itu dilakukan sekaligus.

Prabowo, kata Anis, sempat menyampaikan permintaan maaf karena membuat para dubes menunggu jadwal acara penyerahan surat kepercayaan. Anis berujar jadwal presiden selama ini belum cocok dengan para dubes sehingga harus menunda hingga saat ini.

Sultan Abdurrahman berkontribusi dalam penulisan artikel ini.
Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |