Serangan Udara Israel di Gaza Tewaskan Delapan Orang Termasuk Dua Anak

2 weeks ago 21
Serangan Udara Israel di Gaza Tewaskan Delapan Orang Termasuk Dua Anak Warga Gaza.(Al Jazeera)

SERANGAN udara Israel kembali memakan korban jiwa di Jalur Gaza pada Rabu (9/7/2026). Pejabat kesehatan Palestina melaporkan sedikitnya delapan orang tewas, termasuk dua anak-anak berusia 10 dan 6 tahun, dalam serangkaian insiden yang tersebar di beberapa titik wilayah kantong tersebut.

Tim medis menyatakan bahwa salah satu serangan udara menghantam area dekat sekolah di Kota Gaza, menewaskan satu orang. Di lokasi lain, serangan udara menyasar tenda pengungsi di wilayah Al-Mawasi, Khan Younis, yang mengakibatkan empat orang tewas, termasuk seorang anak berusia 10 tahun. Al-Mawasi sebelumnya sering disebut sebagai zona aman bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.

Kekerasan berlanjut di lingkungan Zeitoun, Kota Gaza. Seorang bocah laki-laki berusia enam tahun tewas akibat tembakan militer Israel. Selain itu, satu kendaraan di bagian barat kota juga menjadi sasaran serangan udara yang menewaskan satu orang. Secara total, 12 orang dilaporkan luka-luka dalam berbagai insiden tersebut.

Pihak militer Israel mengeklaim bahwa mereka menargetkan para pejuang di Kota Gaza, tetapi menyatakan tidak mengetahui adanya korban sipil. Terkait insiden di Al-Mawasi dan Zeitoun, militer belum memberikan komentar resmi segera setelah kejadian.

Pelanggaran Gencatan Senjata dan Eskalasi Korban

Rangkaian pembunuhan terbaru ini terjadi meskipun Israel dan Hamas secara teknis berada di bawah kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat sejak Oktober tahun lalu. Meski pertempuran skala besar sempat mereda, serangan-serangan kecil tetapi mematikan terhadap warga Palestina terus dilaporkan.

Kementerian Kesehatan di Gaza mencatat bahwa sejak gencatan senjata tersebut diberlakukan, pelanggaran oleh tentara Israel menewaskan sedikitnya 1.084 orang dan melukai 3.491 lain. Data kementerian menunjukkan total korban tewas sejak awal konflik pada Oktober 2023 kini mencapai sedikitnya 73.110 jiwa, dengan 173.599 lain terluka.

Selain korban jiwa, Israel dilaporkan memperluas kontrol wilayahnya di Gaza hingga sekitar 11 persen melampaui area Garis Kuning yang disepakati dalam gencatan senjata. Pekan lalu, badan-badan PBB dan organisasi non-pemerintah (NGO) memperingatkan bahwa ekspansi ini membahayakan warga sipil dan menghambat upaya bantuan kemanusiaan.

Krisis Kesehatan: Selain ancaman serangan militer, warga Gaza kini menghadapi wabah penyakit. OCHA melaporkan hampir 9.300 kasus cacar air terdeteksi di 130 fasilitas kesehatan akibat kepadatan pengungsi dan sanitasi yang buruk.

Situasi kemanusiaan di Jalur Gaza tetap berada pada level yang mengkhawatirkan. Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA) menyoroti bahwa lingkungan pengungsian yang sangat padat dan memburuknya kondisi higienis menjadi pemicu utama penyebaran penyakit menular di tengah blokade yang masih berlangsung. (Al Jazeera/I-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |