Sejarah Baru! SpaceX Sukses Luncurkan Satelit Komersial Bertenaga Nuklir Pertama di Dunia

2 weeks ago 19
Sejarah Baru! SpaceX Sukses Luncurkan Satelit Komersial Bertenaga Nuklir Pertama di Dunia SpaceX berhasil meluncurkan BOHR, satelit komersial bertenaga nuklir pertama di dunia milik City Labs. Simak kecanggihan teknologi masa depan ini!(SpaceX)

SEJARAH baru dalam dunia penjelajahan antariksa komersial resmi tercipta. Satelit bertenaga nuklir komersial pertama di dunia berhasil mencapai orbit bumi setelah diluncurkan menggunakan roket Falcon 9 milik SpaceX pada Selasa pagi (7/7/2026) waktu setempat.

Satelit bernama BOHR (Betavoltaic Orbital High-Reliability) ini merupakan buatan City Labs, sebuah perusahaan teknologi yang berbasis di Florida, Amerika Serikat. BOHR mengangkasa sebagai salah satu bagian dari total 81 muatan yang dibawa dalam misi rideshare Transporter-17 milik SpaceX. Roket Falcon 9 lepas landas dari pangkalan Vandenberg Space Force Base di California, dan mulai melepaskan seluruh muatannya ke orbit masing-masing sekitar 50 menit kemudian.

BOHR merupakan misi demonstrasi satelit pemantau berbentuk kubus (cubesat) yang dirancang untuk menguji keandalan sumber daya mikro betavoltaik "NanoTritium" milik City Labs langsung di luar angkasa.

Prinsip kerja teknologi ini mirip dengan generator termoelektrik radioisotop pada wahana antariksa milik NASA, seperti Voyager, yang menghasilkan energi dari panas inti plutonium. Bedanya, perangkat NanoTritium milik City Labs memanfaatkan partikel beta yang dipancarkan dari peluruhan radioaktif tritium. Partikel tersebut kemudian dikonversi secara langsung menjadi energi listrik menggunakan bantuan semikonduktor.

“Ini adalah langkah bersejarah bagi tenaga nuklir komersial di luar angkasa,” kata CEO City Labs, Peter Cabauy, dalam sebuah pernyataan resmi.

Meskipun saat ini BOHR masih mengandalkan panel surya untuk operasi umum dan inti tritiumnya belum menjadi sumber daya utama, misi perintis ini dirancang untuk menguji kelayakan teknologi masa depan. Teknologi ini diharapkan mampu menyediakan daya berkelanjutan bagi wahana antariksa tanpa perlu bergantung pada energi matahari.

Jika terbukti sukses, teknologi besutan City Labs ini dapat membuka jalan bagi operasional wahana antariksa di wilayah ekstrem yang tidak terjangkau sinar matahari dalam waktu lama, seperti area bayangan permanen di kutub selatan Bulan. Kawasan kutub selatan Bulan sendiri saat ini menjadi fokus utama misi pendaratan Artemis milik NASA karena kaya akan cadangan es air.

"BOHR hadir sebagai jawaban komersial pertama untuk tantangan tersebut," tulis City Labs dalam pernyataannya.

Salah satu keunggulan utama dari sistem berbasis tritium ini adalah tingkat radiasinya yang sangat rendah. Pihak perusahaan menegaskan bahwa sistem daya ini dirancang agar aman selama penanganan, transportasi, hingga proses integrasi dalam lingkungan peluncuran komersial standar.

Proyek pengembangan teknologi tritium dan satelit BOHR ini didanai di bawah kontrak Departemen Pertahanan Amerika Serikat (DoD). Misi ini juga menjadi misi bertenaga nuklir pertama yang mendapatkan lampu hijau dari Federal Aviation Administration (FAA) berdasarkan aturan persetujuan peluncuran nuklir dalam Memorandum Presiden tentang Keamanan Nasional-20 (NSPM-20) yang diterbitkan pada tahun 2019 lalu.

Melalui keberhasilan misi ini, City Labs berharap pemanfaatan satelit bertenaga nuklir komersial dapat semakin meluas untuk mendukung sektor pertahanan nasional maupun misi luar angkasa swasta di masa depan.

"BOHR membuktikan bahwa sistem tenaga nuklir yang aman, ringkas, dan disetujui secara regulasi telah siap untuk diterapkan dalam komersialisasi rutin," punggung Cabauy. (Space/Z-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |