Rupiah Hari Ini Melemah imbas Ketegangan di Timur Tengah

2 hours ago 1
Rupiah Hari Ini Melemah imbas Ketegangan di Timur Tengah ilustrasi(Antara)

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah pada perdagangan Selasa (11/8). Rupiah hari ini terkoreksi 40 poin atau 0,23 persen ke level Rp17.795 per dolar AS, dibandingkan posisi pada penutupan sebelumnya di level Rp17.755 per dolar AS.

Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menyatakan bahwa pelemahan rupiah ini dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah (Timteng). Kondisi tersebut berdampak langsung pada kenaikan harga minyak mentah dunia.

“Rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dolar di tengah ketidakpastian geopolitik di Timteng yang kembali menaikkan harga minyak mentah dunia. Saat ini harga minyak berada di level 83,21 dolar AS per barel, naik signifikan dibandingkan penutupan minggu lalu yang berada di angka 77 dolar AS per barel,” ujar Lukman di Jakarta, Selasa (11/8).

Kebuntuan di Selat Hormuz

Ketegangan di kawasan tersebut diperparah oleh laporan dari Anadolu yang mengutip pernyataan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei. Ia menegaskan bahwa Selat Hormuz tidak akan dibuka kembali hingga Amerika Serikat memenuhi tuntutan Iran, termasuk pengakhiran blokade angkatan laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Hingga saat ini, perundingan mengenai masa depan jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz masih mengalami kebuntuan. Meski demikian, Iran dilaporkan telah berunding dengan Oman dan mencapai kesepahaman mengenai peta jalur pelayaran.

Konsultasi teknis masih terus berjalan untuk menyelesaikan poin-poin dalam pernyataan bersama. Sejumlah mekanisme direncanakan akan dibentuk guna memastikan keselamatan lalu lintas maritim, perlindungan lingkungan, serta penanganan kejahatan maritim di wilayah tersebut.

Sentimen Data Ekonomi AS

Selain faktor geopolitik, pergerakan rupiah juga dipengaruhi oleh sikap investor yang cenderung berhati-hati (wait and see). Pelaku pasar saat ini tengah menantikan rilis data penjualan ritel AS yang diperkirakan akan tumbuh sebesar 1,8 persen.

Dengan mempertimbangkan berbagai faktor eksternal tersebut, Lukman memprediksi nilai tukar rupiah akan bergerak fluktuatif cenderung melemah sepanjang hari ini. "Rupiah diprediksi berkisar di angka Rp17.750 hingga Rp17.850 per dolar AS," pungkasnya. (Ant/E-3)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |