Suasana Iran(AFP)
PEMIMPIN Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei melakukan perombakan jajaran militer dengan menunjuk Mayor Jenderal Ali Abdollahi sebagai kepala staf angkatan bersenjata dan Ahmad Vahidi sebagai Panglima Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Langkah ini menjadi pengangkatan penting pertama Mojtaba sejak memimpin Iran.
"Mayor Jenderal Ali Abdollahi telah ditunjuk sebagai kepala staf angkatan bersenjata," demikian bunyi pernyataan resmi yang dipublikasikan di situs resmi IRGC, Senin (10/8).
Sebelum mendapat jabatan baru, Abdollahi menjabat sebagai pimpinan Khatam Al Anbiya, komando operasional lintas matra Iran.
Selain memimpin staf angkatan bersenjata, ia juga mendapatkan mandat untuk menyelesaikan proses integrasi antara angkatan bersenjata Iran dan Khatam Al Anbiya.
Penunjukan Abdollahi dilakukan pada hari yang sama ketika Mojtaba menunjuk Ahmad Vahidi sebagai Panglima IRGC.
"Brigadir Jenderal Ahmad Vahidi juga telah ditunjuk sebagai Panglima Korps Garda Revolusi Islam dengan pangkat mayor jenderal," demikian pernyataan resmi Mojtaba dilansir Anadolu, Selasa (11/8).
Pengangkatan Abdollahi dan Vahidi menjadi langkah awal Mojtaba Khamenei dalam menentukan jajaran elite militer Iran setelah dirinya menjabat sebagai Pemimpin Tertinggi. Ia menggantikan ayahnya yang dilaporkan tewas dalam serangan Amerika Serikat dan Israel pada Februari.
Selain kedua tokoh tersebut, Mojtaba juga mengumumkan sejumlah pergantian di struktur militer Iran. Kioumars Heydari ditunjuk sebagai wakil kepala staf angkatan bersenjata, sedangkan Mostafa Izadi dipercaya menjadi wakil panglima tertinggi IRGC.
Jabatan lainnya diberikan kepada Ali Azmaei sebagai komandan Angkatan Laut IRGC dan Hossein Taeb sebagai kepala Organisasi Basij IRGC.
Perintah Perkuat Kemampuan Militer
Dalam dekrit yang dikeluarkannya, Mojtaba Khamenei memerintahkan jajaran militer Iran untuk terus meningkatkan kemampuan pertahanan dan kekuatan tempur negara tersebut.
Dia menyampaikan bahwa pengembangan kemampuan militer yang berkelanjutan dan komprehensif guna membangun daya tangkal atau deterrence pada tingkat maksimal.
Mojtaba juga menekankan perlunya kesiapan menghadapi konflik dan memerintahkan militer Iran untuk memiliki kemampuan melakukan operasi ofensif yang dahsyat terhadap musuh.
Selain peningkatan kemampuan ofensif, pemimpin tertinggi Iran tersebut meminta penguatan sistem pertahanan dan keamanan yang menyeluruh serta menggunakan teknologi terkini.
Angkatan Bersenjata dan Basij juga diperintahkan meningkatkan kesiapan menghadapi berbagai bentuk ancaman, mulai dari ancaman militer konvensional hingga ancaman modern, kognitif, dan hibrida.
Mojtaba menekankan pentingnya kemampuan memberikan respons yang efektif terhadap seluruh tingkatan ancaman tersebut.
Instruksi ini menunjukkan fokus kepemimpinan baru Iran untuk memperkuat struktur komando dan kesiapan militer di tengah meningkatnya ketegangan keamanan dengan Amerika Serikat, Israel, dan sejumlah kekuatan regional. (Z-2)


















































