Pelatih Ruben Amorim.(ANTARA/X/FabrizioRomano)
ERA baru di AC Milan resmi dimulai. Pelatih asal Portugal, Ruben Amorim, telah tiba di pusat latihan Milanello pada Selasa (8/7) waktu setempat untuk memimpin persiapan tim menjelang bergulirnya musim kompetisi 2026-2027.
Kedatangan mantan pelatih Sporting CP ini menandai langkah awal ambisius Rossoneri setelah masa transisi yang cukup signifikan. Amorim tidak datang sendirian; ia didampingi langsung oleh pemilik klub, Gerry Cardinale. Sebelum memasuki kompleks latihan untuk memulai program pramusim, keduanya sempat mengabadikan momen bersama di hadapan awak media yang telah menanti di gerbang Milanello.
Amorim sebelumnya telah ditunjuk sebagai juru taktik baru AC Milan pada pertengahan Juni lalu. Pelatih berusia 41 tahun tersebut diikat dengan kontrak awal berdurasi dua tahun. Ia hadir untuk mengisi posisi yang ditinggalkan oleh Massimiliano Allegri, yang dibebastugaskan sehari setelah kompetisi musim 2025-2026 berakhir.
Momentum pergantian pelatih ini juga menjadi bagian dari perombakan besar-besaran di jajaran manajemen klub. Seiring dengan kedatangan Amorim, sejumlah petinggi seperti direktur olahraga Igli Tare, direktur teknik Geoffrey Moncada, dan CEO Giorgio Furlani juga telah menanggalkan jabatan mereka.
Setelah mendarat di Italia pada Senin (7/7), Amorim langsung tancap gas. Agenda perdananya di markas latihan Rossoneri langsung difokuskan pada pengenalan staf dan pemetaan skuad untuk menghadapi persaingan ketat di Serie A dan kompetisi Eropa musim depan.
Dalam wawancara perdananya yang dikutip dari Football Italia, Amorim mengungkapkan rasa bangganya bisa menakhodai salah satu klub tersukses di dunia. Namun, ia juga menyadari besarnya ekspektasi yang dipikulnya.
"Saya sangat senang berada di sini. Merupakan sebuah kehormatan menjadi pelatih Milan," ujar Amorim. "Ini adalah tantangan besar. Setelah tantangan terakhir, saya sempat berjanji kepada diri sendiri untuk memilih tantangan yang lebih kecil, tetapi saya justru berada di sini dan tantangannya lebih besar lagi."
Meski merasakan tekanan yang masif, Amorim menegaskan bahwa dirinya siap bekerja keras bersama para pemain dan stafnya untuk mengembalikan identitas pemenang di San Siro.
Target Tinggi: Bermain untuk Menang
Menatap persaingan di musim 2026-2027, Amorim tidak ragu untuk langsung mematok target tinggi. Baginya, melatih klub sebesar AC Milan berarti harus siap bersaing memperebutkan trofi di setiap kompetisi.
"Di Milan untuk menang? Tentu saja. Jika Anda ingin menjadi pelatih Milan, Anda harus bermain untuk itu," tegasnya dengan penuh keyakinan.
Dengan dimulainya pramusim di bawah arahan Amorim, para pendukung AC Milan kini menaruh harapan besar agar pelatih Portugal tersebut mampu membawa kembali kejayaan yang sempat meredup dalam beberapa musim terakhir. (I-1)

















































