Puluhan TKA Tiongkok Berlarian saat Imigrasi Sidak Proyek Nongsa

3 days ago 2
Puluhan TKA Tiongkok Berlarian saat Imigrasi Sidak Proyek Nongsa Puluhan TKA asal Tiongkok terlihat berlarian saat petugas Imigrasi melakukan sidak di proyek Nongsa, Batam. Pemeriksaan dilakukan untuk mengecek dokumen keimigrasian dan izin kerja para pekerja asing di lokasi proyek.(MI/Hendri Kremer)

KEHADIRAN puluhan tenaga kerja asing (TKA) asal Tiongkok di salah satu proyek pembangunan pusat data di kawasan Nongsa, Kota Batam, menjadi sorotan setelah video pemeriksaan oleh petugas Imigrasi beredar luas di media sosial.

Dalam video tersebut, sejumlah pekerja asing terlihat berlarian ketika tim Imigrasi mendatangi lokasi. Peristiwa itu kemudian memunculkan berbagai dugaan di tengah masyarakat, termasuk pertanyaan mengenai legalitas izin tinggal dan aktivitas pekerjaan para TKA tersebut.

Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Kepulauan Riau kemudian melakukan pemeriksaan terhadap dokumen perjalanan dan izin tinggal para pekerja. Sekitar 80 paspor diperiksa, sementara delapan orang sempat diamankan untuk dimintai keterangan dan menjalani berita acara pemeriksaan.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Kepulauan Riau, Guntur Sahat Hamonangan, menyatakan pihaknya tidak menemukan pelanggaran keimigrasian setelah mencocokkan paspor, izin tinggal, jenis visa, dan kegiatan yang dilakukan para pekerja. Namun, katanya, jika ada TKA yang melanggar aturan keimigrasian, ia akan segera menindaklanjuti.

Menurut dia, untuk sementara ini para pekerja menggunakan visa tenaga ahli dan visa pemasangan mesin dengan masa berlaku antara 30 hingga 90 hari. Visa tersebut digunakan sesuai dengan aktivitas pekerjaan mereka di lokasi proyek.

Meski demikian, aksi para pekerja yang berlarian ketakutan ketika petugas datang tetap menimbulkan pertanyaan. Imigrasi menjelaskan bahwa tindakan tersebut terjadi karena kepanikan dan kendala komunikasi.

Para pekerja disebut ikut berlari setelah melihat rekan-rekan mereka lebih dahulu meninggalkan lokasi. Ada yang sembunyi toilet dan lain sebagainya, kemungkinan faktor bahasa juga dinilai membuat sebagian pekerja tidak memahami maksud kedatangan petugas.

Para TKA tersebut diketahui bekerja untuk PT China Construction Yangtze River Indonesia dalam proyek pembangunan pusat data DayOne di Kabil Industrial Tech Park, Nongsa. Mereka disebut bertugas sebagai tenaga ahli konstruksi, instalasi mesin, dan pengawas kualitas material.

Humas PT China Construction Yangtze River Indonesia, yang tidak mau disebutkan membantah dugaan bahwa perusahaannya mempekerjakan tenaga asing secara ilegal. Ia menegaskan bahwa seluruh pekerja asing memiliki dokumen keimigrasian yang sah.

Pihak perusahaan menyebut jumlah TKA yang bekerja dalam proyek tersebut berkisar 12-17%, sedangkan sebagian besar pekerja merupakan tenaga kerja Indonesia. Perusahaan juga menyatakan terbuka terhadap pengawasan pemerintah dan masyarakat.

Namun, hasil pemeriksaan keimigrasian seharusnya tidak menghentikan pengawasan. Pemerintah perlu menjelaskan secara terbuka jumlah TKA, jenis pekerjaan, masa kerja, serta kesesuaian keahlian mereka dengan izin yang dimiliki.

Selain pemeriksaan paspor, visa, dan izin tinggal, instansi ketenagakerjaan juga perlu memastikan penggunaan TKA tidak mengambil pekerjaan yang semestinya dapat dilakukan tenaga kerja lokal. Pengawasan bersama antara Imigrasi, Dinas Tenaga Kerja, BP Batam, dan pihak terkait diperlukan agar keberadaan tenaga asing dalam proyek strategis tidak menimbulkan kecurigaan di tengah masyarakat.

Hingga pemeriksaan diumumkan, Imigrasi sejauh ini masih diproses dan belum menemukan pelanggaran terkait izin tinggal maupun penggunaan visa. Karena itu, aksi berlarian dalam video tersebut belum dapat dijadikan bukti bahwa para pekerja merupakan TKA ilegal.

Meski demikian, transparansi tetap diperlukan. Penjelasan yang lengkap dan dapat diakses publik penting untuk memastikan investasi berjalan sesuai aturan, sekaligus menjamin perlindungan dan kesempatan kerja bagi tenaga kerja Indonesia. (HK/E-4)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |