Profil Asep Nana Mulyana Calon Wakil Jaksa Agung

9 hours ago 2

JAKSA Agung Sanitiar Burhanuddin mengusulkan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum (Jampidum) Asep Nana Mulyana menjadi Wakil Jaksa Agung. Usulan itu tertuang dalam surat Jaksa Agung kepada Presiden Prabowo Subianto yang ditembuskan ke Sekretaris Kabinet pada 13 Juli 2026. 

Asep ditunjuk sebagai Jampidum sejak 2024. Saat ini ia juga menjabat sebagai pelaksana tugas wakil Jaksa Agung. Kursi wakil jaksa agung kosong sejak Feri Wibisono pensiun.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Sebelumnya, Asep menjabat sebagai Direktur Jenderal Perundang-undangan Kementerian Hukum dan HAM. 

Pria kelahiran Tasikmalaya itu merupakan lulusan Fakultas Hukum Universitas Mataram pada 1994. Ia memulai karier di kejaksaan sebagai staf Pusdiklat Kejaksaan RI pada 1996 dan di Kejari Semarang pada 1998. Ia pernah menjabat sebagai Kasi Penuntutan Kejati DKI Jakarta, Kasubid Pengajaran Diklat Teknis dan Fungsional, dan Kajari Langkat pada 2012.

Ia pernah menjabat sebagai Kajari Semarang periode 2014-2015, Asisten Pidsus Kejati Sumut dan Asisten Khusus Jaksa Agung periode 2016–2019. Asep juga pernah ditugaskan sebagai Kepala Biro Hukum dan Hubungan Luar Negeri pada 2019, Kajati Banten pada 2020, serta Kajati Jawa Barat pada 2021.

Di bidang akademik, ia meraih gelar Doktor Ilmu Hukum di Universitas Padjadjaran pada 2012 dengan predikat cum laude. Sedangkan gelar Magister Hukum ia raih di Universitas Diponegoro. Ia juga mendapat gelar Profesor Kehormatan  dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung dalam bidang Ilmu Hukum pada 2022. Saat ini, ia merupakan Ketua Umum Persatuan Jaksa Indonesia (Persaja) periode 2025–2027.

Karier Asep terus menanjak naik sampai akhirnya jadi Jampidum dan ditunjuk sebagai Plt Wakil Jaksa Agung.

Harta kekayaannya juga terkerek naik, seirama dengan kariernya yang moncer. Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara yang ia laporkan pada Desember 2025, harta Asep mencapai Rp 10,9 miliar. Sebagian besar hartanya berupa aset tanah dan bangunan senilai Rp 9,2 miliar. Aset tanah dan bangunan itu tersebar di Kota Tasikmalaya.

Ia juga tercatat punya alat transportasi mobil Suzuki AVV tahun 2016 senilai Rp 55 juta, Mobil Toyota Hardtop tahun 2008 senilai Rp 150 juta, mobil Honda Civic 2023 senilai Rp 600 juta, mobil Honda BRV senilai 250 juta dan mobil Honda WRV senilai Rp 255 juta. Kemudian aset bergerak senilai Rp 146,5 juta, kas dan setara kas Rp 240 juta. Ia tidak tercatat memiliki utang.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |