Anxious Attachment dalam Hubungan: Ciri dan Cara Mengatasinya

11 hours ago 3

CANTIKA.COM, Jakarta - Pernahkah kamu merasa cemas berlebihan saat pasangan tiba-tiba lama membalas pesan? Atau mungkin, muncul rasa takut bahwa dia akan bosan dan meninggalkanmu, meskipun sebenarnya hubungan kalian baik-baik saja? Jika iya, bisa jadi kamu memiliki gaya kelekatan cemas atau yang dikenal dengan istilah anxious attachment.

Anxious attachment adalah salah satu bentuk kelekatan tidak aman (insecure attachment) yang membuat seseorang sering merasa insecure dalam hubungan. Rasa takut ditinggalkan dan keinginan untuk selalu butuh validasi dari pasangan menjadi makanan sehari-hari bagi pemilik gaya kelekatan ini.

Yuk, kenali lebih dalam tentang ciri-cirinya dan bagaimana cara mengelolanya agar hubunganmu tetap sehat dan harmonis!

Apa Itu Anxious Attachment?

Anxious attachment merupakan salah satu jenis gaya kelekatan (attachment style) yang terbentuk sejak masa kanak-kanak dan terbawa hingga dewasa. Seseorang dengan gaya kelekatan tidak aman ini cenderung memiliki pandangan negatif terhadap diri sendiri, namun memandang orang lain secara positif.

Akibatnya, mereka sering kali merasa tidak cukup berharga untuk dicintai dan selalu dihantui rasa cemas bahwa pasangan akan pergi. Pemilik anxious attachment biasanya meletakkan seluruh kebahagiaan dan harga diri mereka di tangan pasangan, sehingga mereka menjadi sangat bergantung secara emosional.

Ciri Anxious Attachment dalam Hubungan

Mengenali ciri anxious attachment pada diri sendiri atau pasangan adalah langkah awal yang baik untuk menciptakan hubungan yang lebih sehat. Berikut adalah beberapa tanda yang paling sering muncul.

  • Sangat Sensitif terhadap Perubahan Sikap Pasangan: Kamu langsung panik atau berpikir negatif saat nada bicara pasangan berubah, atau ketika mereka mendadak sibuk.
  • Butuh Validasi dan Afirmasi Konstan: Kamu selalu butuh validasi berupa ucapan sayang, pujian, atau kepastian bahwa pasangan masih mencintaimu secara berulang-ulang.
  • Takut Ditinggalkan (Fear of Abandonment): Pikiran bahwa hubungan akan berakhir atau pasangan akan berselingkuh sering kali muncul tanpa alasan yang jelas.
  • Cenderung Overthinking dan Posesif: Memeriksa ponsel pasangan atau mencurigai setiap interaksi sosial mereka karena rasa cemas yang tak terbendung.
  • Mengabaikan Kebutuhan Diri Sendiri: Kamu rela melakukan apa saja demi menyenangkan pasangan dan menjaga kedekatan, bahkan jika harus mengorbankan kebahagiaanmu sendiri.

Penyebab Anxious Attachment

Gaya kelekatan ini tidak muncul begitu saja saat kita dewasa. Sebagian besar kasus anxious attachment berakar dari pola asuh orang tua di masa kecil. Ketika orang tua memberikan perhatian secara tidak konsisten, terkadang sangat hangat dan protektif, namun di lain waktu bersikap dingin atau tidak hadir secara emosional, anak akan tumbuh dengan rasa tidak aman. 

Mereka belajar bahwa untuk mendapatkan kasih sayang, mereka harus terus-menerus "meminta" atau memastikan bahwa orang dewasa di sekitar mereka tidak pergi. Pengalaman traumatis di masa lalu, seperti diselingkuhi atau ditinggalkan oleh mantan pasangan, juga bisa memicu atau memperparah kondisi ini.

Anxious Attachment Bertemu Avoidant Attachment, Apa yang Terjadi?

Dalam dinamika romantis, pemilik gaya kelekatan cemas sering kali magnetis menarik orang dengan gaya kelekatan menghindar atau avoidant attachment. Ketika anxious dan avoidant bersatu, fenomena yang disebut "anxious-avoidant trap" atau siklus kejar-kejaran emosional pun terjadi.

Pemilik anxious attachment akan terus mengejar untuk mendapatkan kedekatan dan kepastian. Sementara itu, [kebalikan dari gaya kelekatan ini](avoidant attachment cara mengenali) justru akan merasa tertekan dan memilih untuk menarik diri atau menjaga jarak ketika konflik terjadi.

Semakin pasangan dengan gaya menghindar ini menjauh, maka pemilik anxious attachment akan semakin cemas dan mengejar lebih keras. Siklus ini sangat melelahkan dan bisa menjadi toxic jika kedua belah pihak tidak menyadari polanya dan saling berkompromi.

Cara Mengatasi Anxious Attachment

Kabar baiknya, gaya kelekatan ini bukanlah sifat permanen yang tidak bisa diubah. Kamu bisa berproses menuju secure attachment (kelekatan aman) dengan cara-cara berikut.

Untuk anxious attachment, cara mengatasinya yang paling utama adalah dengan membangun kesadaran diri (self-awareness). Saat rasa cemas mulai datang, ambil napas dalam-dalam dan tanyakan pada dirimu apakah ketakutan tersebut berbasis fakta nyata atau hanya asumsi dari rasa takutmu saja. Selami emosi tersebut tanpa langsung menghakimi diri sendiri.

Langkah berikutnya adalah mulai belajar mengomunikasikan kebutuhanmu secara jujur dan asertif tanpa harus menggunakan kode atau bersikap manipulatif. Katakan dengan tenang jika kamu sedang merasa cemas dan butuh sedikit ketenangan dari pasangan.

Terakhir, alihkan fokus dan investasikan waktu untuk mencintai diri sendiri. Kurangi ketergantungan emosional dengan cara menyibukkan diri pada hobi, karier, persahabatan, dan rutinitas self-care yang membuatmu merasa berharga secara mandiri. Jangan ragu juga untuk berkonsultasi dengan psikolog jika rasa takut ditinggalkan ini sudah mulai mengganggu kesejahteraan mental dan aktivitas sehari-harimu.

Pilihan Editor: Bukan Cuma Tampang, Ini 5 Karakteristik Pria yang Paling Mengundang Daya Tarik Menurut Studi

PSYCHOLOGY TODAY | WEBMD | VERYWELL MIND

Carolyn Nathasa Dharmadhi

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |