BPH Migas: Antrean BBM di Medan dan Binjai Terurai

11 hours ago 3

BADAN Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menyatakan antrean kendaraan yang ingin mengisi bahan bakar minyak di stasiun pengisian bahan bakar umum atau SPBU di wilayah Medan dan Binjai, Sumatera Utara, sudah terurai. Kepala BPH Migas Wahyudi Anas mengatakan upaya pemulihan distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Medan dan Binjai telah menunjukkan hasil positif.

Menurut dia, BPH Migas bersama PT Pertamina Patra Niaga terus memperkuat pasokan bahan bakar, sehingga pelayanan kepada masyarakat kembali berjalan normal. Dalam dua hari terakhir, BPH Migas bersama Pertamina memantau langsung sejumlah SPBU di wilayah Medan dan Binjai. Antrean kendaraan mulai berkurang dan kondisi pelayanan di SPBU juga semakin membaik.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Wahyudi menyampaikan pemerintah memastikan distribusi BBM berjalan dengan baik di wilayah yang menjadi perhatian masyarakat. "Hasil pemantauan titik-titik yang menjadi kerawanan distribusi antrean BBM Alhamdulillah sudah berjalan, terurai, dan normal," kata Wahyudi, seperti dikutip dari Antara, Ahad, 19 Juli 2026.

Untuk menjaga kelancaran penyaluran, distribusi BBM juga diperkuat dengan penambahan armada bantuan (spot charter) dan peningkatan volume pasokan BBM ke SPBU. Langkah tersebut dilakukan agar stok tetap terjaga dan pelayanan kepada masyarakat tidak terputus. "Masyarakat harap tentang, pasti Pertamina Patra Niaga ini sudah bergerak cepat (menjaga) suplai dan suplai BBM juga dinaikkan menjadi 120-125 persen," tutur Wahyudi.

Wahyudi juga mengatakan sepanjang Jumat sampai Sabtu kemarin, BPH Migas bersama Pertamina juga telah melakukan pemantauan langsung ke sejumlah wilayah yang mengalami antrean di SPBU. "Kami melakukan keliling di SPBU mulai pagi sampai sore dan malam. (Jumat) malam kami juga keliling. Secara kondisi fisiknya, visualnya itu memang sudah berangsur normal," kata dia.

Di Binjai misalnya, antrean panjang yang sempat terjadi kini tidak terlihat lagi. Meski demikian, penguatan distribusi terus dilakukan hingga pasokan benar-benar stabil.

"Kami juga berkunjung di Binjai yang menjadi topik di media sosial, antrean sebelumnya mencapai satu kilometer lebih, tadi pagi (Sabtu) sudah tidak ada antrean. Artinya, pengiriman BBM dari Pertamina Patra Niaga ini sudah mulai kuat dan masyarakat dilayani dengan kondisi normal," ujarnya.

Executive General Manager Regional Sumatera Bagian Utara Pertamina Patra Niaga Sunardi mengatakan percepatan distribusi telah dilakukan sejak Kamis malam, 16 Juli 2026. Untuk mempercepat pemulihan stok, penyaluran BBM ke SPBU ditingkatkan dari sebelumnya 112 persen menjadi di atas 120 persen dari target harian. "Supaya memang recovery (pemulihan) suplai di SPBU segera berjalan normal dan stok di SPBU tersedia," kata Sunardi.

Ia menilai penguatan armada distribusi juga terus dilakukan agar pasokan tetap terjaga dan antrean serupa tidak kembali terjadi. "Ke depan, kami berharap ini sudah berangsur normal, dan kami melakukan penguatan untuk armada-armada suplai ke SPBU-SPBU,” ucapnya.

Pengemudi ojek daring, Fandy (39 tahun) mengatakan kondisi pengisian BBM di SPBU yang biasa didatangi berangsur normal. Sebelumnya, selama tiga hari ia mengantre saat membeli BBM. "Lancar, Pak. Kemarin ikut antre sampai malam. Hari ini lancar. BBM di Binjai sudah lancar," ujarnya.

Hal senada juga disampaikan pengemudi becak motor (bentor), Fiter Carlo (63) yang menyatakan pengisian BBM sudah lancar setelah beberapa hari sebelumnya sempat mengalami antrean panjang.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |