Prilly Latuconsina Belajar Bahasa Arab demi Film Minal Aidin Mohon Maaf Minta Rizki

2 weeks ago 13
Prilly Latuconsina Belajar Bahasa Arab demi Film Minal Aidin Mohon Maaf Minta Rizki Prilly Latuconsina dalam konferensi pers film ‘Minal Airin Mohon Maaf Minta Rizki’ di kawasan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, pada Rabu (8/7).(MI/Nadhira Izzati A)

Aktris Prilly Latuconsina kembali menunjukkan totalitasnya dalam berakting melalui proyek film terbaru garapan Tiger Wong Entertainment berjudul Minal Aidin Mohon Maaf Minta Rizki. Dalam film bergenre drama komedi ini, Prilly memerankan karakter utama bernama Rizki, seorang mahasiswi jurusan Sastra Arab.

Peran tersebut mengharuskan Prilly untuk berdialog menggunakan bahasa Arab di sepanjang cerita. Tantangan ini diakui Prilly cukup berat, terutama karena ia harus menghentikan kelas bahasa Korea yang sedang ditekuninya demi fokus mendalami pelafalan bahasa Arab.

"Akhirnya saya berhenti belajar bahasa Korea, karena otak saya gak nyampe ya, belajar bahasa Korea tiba-tiba harus bahasa Arab gitu. Dan latihan tiap hari ternyata lumayan susah untuk bahasa Arab, gak boleh salah-salah sedikit pelafalannya," ujar Prilly dalam konferensi pers di kawasan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Rabu (8/7).

Salah satu kesulitan utama yang dihadapi Prilly adalah menyesuaikan intonasi bicara agar tidak terdengar seperti sedang melantunkan ayat suci Al-Quran. Ia mengaku sering diingatkan oleh guru pendamping bahwa cara berbicara sehari-hari dalam bahasa Arab berbeda dengan nada mengaji.

Beruntung, Prilly mendapat bantuan dari Muhammad Jaidi atau yang akrab disapa Pak Muh. Ayah dari Fadil Jaidi tersebut turut membintangi film ini sebagai tokoh ayah sekaligus seorang Habib. Prilly mengaku sering meminta koreksi langsung dari Pak Muh untuk memastikan akurasi bahasanya di lokasi syuting.

Selain kendala bahasa, Prilly mengungkapkan tantangan lain adalah menjaga fokus agar tidak tertawa saat beradu peran. Mengingat film ini melibatkan banyak komedian dan kreator konten, banyak situasi dramatis yang justru tercipta dalam suasana jenaka.

Proyek ini sekaligus menjadi pencapaian pribadi bagi Prilly. Ia mengaku sudah lama mendambakan peran dalam genre komedi setelah sebelumnya lebih banyak terlibat dalam produksi film drama dan horor.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |