timnas Prancis di Piala Dunia 2026 akan melawan Maroko(Instagram/@equipedefrance)
LAGA sarat gengsi akan membuka babak perempat final Piala Dunia 2026 saat Prancis vs Maroko di Stadion Boston, Amerika Serikat, Jumat (10/7) dini hari pukul 03.00 WIB. Duel tersebut menjadi ulangan semifinal Piala Dunia 2022 tetapi kali ini memperebutkan tiket menuju empat besar.
Prancis datang dengan status sebagai salah satu favorit terkuat juara. Pasalnya, Les Bleus belum terkalahkan sepanjang turnamen dan tampil paling produktif dengan koleksi 14 gol dari lima pertandingan. Separuh dari gol tersebut lahir dari kaki sang kapten, Kylian Mbappe, yang telah mengemas tujuh gol dan memimpin persaingan perebutan sepatu emas.
Meski demikian, langkah Prancis menuju delapan besar tidak selalu mulus. Pada babak 16 besar mereka dipaksa bekerja keras sebelum menundukkan Paraguai 1-0. Pertahanan rapat dan permainan fisik lawan membuat anak asuh Didier Deschamps kesulitan mengembangkan ritme permainan.
Keberhasilan melewati laga yang tidak mudah itu justru mempertegas kualitas Prancis. Mereka mampu menang ketika permainan menyerang berjalan lancar tetapi juga sanggup mencari jalan keluar saat menghadapi lawan yang sangat disiplin bertahan.
Tantangan yang lebih berat menanti. Juara Afrika, Maroko, datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah menyingkirkan Kanada 3-0. Sempat berada di bawah tekanan pada babak pertama, Singa Atlas bangkit usai turun minum melalui dua gol Azzedine Ounahi dan satu gol Soufiane Rahimi.
Performa itu menunjukkan karakter Maroko yang tak mudah runtuh. Mereka sanggup bertahan ketika ditekan lalu menghukum lawan melalui transisi cepat. Tak ayal, Les Blues pantang menganggap remeh lawannya. Pasalnya, pencapaian Maroko yang pada edisi 2022 menembus semifinal juga bukan kebetulan.
"Maroko adalah salah satu tim terbaik. Kami sudah menghadapi mereka empat tahun lalu di Qatar, dan sejak itu mereka juga mencapai final Piala Afrika," kata asisten pelatih Prancis, Guy Stephan seperti dikutip Morocco World News.
"Yang jelas, dari semua yang mereka lakukan dan dari apa yang saya lihat, Maroko membuktikan bahwa mereka adalah tim yang sangat kuat. Tidak ada tim yang mencapai perempat final Piala Dunia hanya karena keberuntungan. Itu membuktikan mereka memiliki kualitas dan potensi besar," tambahnya.
Di kubu Maroko, pelatih Mohamed Ouahbi menepis anggapan laga ini menjadi ajang balas dendam atas kekalahan dari Prancis pada semifinal 2022. Laga diperkirakan akan menjadi pertarungan sengit antara dominasi Prancis dan ketangguhan Maroko dalam bertahan.
"Tidak ada balas dendam. Kami hanya ingin melanjutkan perjalanan kami," ucap Ouahbi.
Meski demikian, Ouahbi memahami timnya tidak boleh mengulangi awal pertandingan yang lambat seperti saat menghadapi Kanada. Ketika itu Maroko beruntung karena lawan gagal memaksimalkan sejumlah peluang. Kesalahan serupa diyakini akan dibayar mahal jika dilakukan di depan Mbappe dan kolega.
Jika Singa Atlas mampu meredam Mbappe dan kawan-kawan, peluang kejutan tetap terbuka. Hanya saja, Achraf Hakimi dan kawan-kawan bakal bekerja ekstra keras karena ketajaman Prancis tidak hanya Mbappe tetapi masih ada pemain lain Ousmane Dembele, Desire Doue, serta Bradley Barcola.
Maroko juga dibayangi persoalan kebugaran. Penyerang Ismael Saibari masih diragukan tampil akibat cedera hamstring yang dialaminya pada laga sebelumnya. Jika absen, Soufiane Rahimi diperkirakan akan mengisi lini depan. Di sisi lain, Brahim Diaz menjadi tumpuan kreativitas setelah mencatat empat assist sepanjang sejarah Piala Dunia, terbanyak di antara pemain Afrika.
Di atas kertas, Prancis memiliki komposisi pemain yang lebih lengkap dan seimbang. Mike Maignan baru kebobolan dua kali sepanjang turnamen, sementara lini serang terus menunjukkan efektivitas tinggi. Namun, Maroko sudah beberapa kali membuktikan mampu menyulitkan tim-tim besar lewat organisasi permainan yang disiplin dan serangan balik cepat.
Prancis juga memiliki sedikit masalah di lini tengah. Aurelien Tchouameni masih bergelut dengan cedera paha sehingga Manu Kone berpeluang kembali dipercaya sejak menit pertama. Selebihnya, pelatih Prancis Didier Deschamps diperkirakan mempertahankan kerangka tim yang telah membawa Les Bleus melaju mulus sejauh ini. (H-4)

















































