Penjaga sekolah melintas di depan ruang kelas yang atapnya ambruk di SDN 09 Kebayoran Lama Selatan, Jakarta, Selasa (21/7/2026).(ANTARA/MOHAMMAD IQBAL)
GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung membuka peluang pemanfaatan dana Koefisien Lantai Bangunan (KLB) hingga Corporate Social Responsibility (CSR) untuk mempercepat pembangunan sekolah rusak. Langkah itu ditempuh agar perbaikan sekolah tidak menunggu anggaran APBD.
Pramono menegaskan SD Negeri 09 Kebayoran Lama menjadi salah satu sekolah yang diprioritaskan untuk segera dibangun.
“Saya sudah memutuskan SD di Kebayoran Lama harus segera dibangun. Kalau memang belum ada dana dari APBD, kami buka ruang pembiayaan dari KLB, CSR, atau sumber lain yang memungkinkan. Yang penting sekolah itu segera dibangun,” kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (22/7).
Pramono mengaku baru mengetahui kondisi sekolah tersebut setelah mendapat pertanyaan dari wartawan. Setelah itu, ia langsung menggelar rapat khusus dan meminta persoalan tersebut segera ditangani.
“Saat ditanya saya memang belum tahu. Begitu mengetahui kondisinya, kami langsung mengadakan rapat khusus untuk membahasnya,” ujarnya.
Ia menegaskan Pemprov DKI tidak akan menutup-nutupi persoalan sekolah rusak. Seluruh sekolah yang masuk daftar prioritas akan diperbaiki secara bertahap.
“Bagi Jakarta, persoalan seperti ini harus ditangani dengan baik. Tidak perlu ditutup-tutupi, harus terbuka apa adanya,” katanya.
Pramono memastikan perbaikan tidak hanya dilakukan terhadap SD Negeri 09 Kebayoran Lama. Sebanyak 22 sekolah yang masuk daftar kerusakan juga akan segera ditangani.
“Bukan hanya sekolah yang sempat viral, tetapi seluruh 22 sekolah yang masuk daftar akan kami selesaikan,” tegasnya.
Di sisi lain, Pramono memastikan anggaran pendidikan tetap menjadi prioritas meski Jakarta mengalami pengurangan Dana Bagi Hasil (DBH) dari pemerintah pusat. Menurutnya, alokasi untuk KJP, KJMU, pembangunan sekolah, hingga program sekolah swasta gratis tidak akan dikurangi.
“Anggaran pendidikan tetap menjadi prioritas utama dan tidak boleh berkurang sesen pun,” pungkasnya. (H-2)

















































