Pramono Anung Ungkap Penyebab Kemacetan di Cakung-Cilincing

2 days ago 2
Pramono Anung Ungkap Penyebab Kemacetan di Cakung-Cilincing Petugas berusaha mengurai kemacetan lalu lintas yang didominasi truk kontainer di Perempatan Pos IX, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (18/4/2025)(MI/Usman Iskandar)

GUBERNUR DKI Jakarta, Pramono Anung, menjelaskan bahwa kemacetan parah yang kerap melanda kawasan Cakung-Cilincing dipicu oleh ketidakseimbangan antara jumlah peti kemas (container) yang keluar dan masuk pelabuhan.

“Kemacetan yang terjadi karena disebabkan antara yang masuk dan yang keluar itu tidak balance. Sekarang ini banyak sekali kontainer-kontainer yang berisi dari impor kemudian masuk ke Jakarta tetapi kontainer-kontainer yang kosong untuk ekspor kebetulan mengalami penurunan yang signifikan sehingga terjadi antrian di mana-mana,” kata Pramono di kawasan Jakarta Utara, Kamis (23/7).

Ketidakseimbangan arus barang tersebut berdampak pada banyaknya truk kontainer yang memarkirkan kendaraannya di bahu jalan, yang kemudian memicu kemacetan horor di jalur logistik strategis tersebut.

Guna mengatasi persoalan tersebut, Pramono menginstruksikan Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta untuk mengarahkan seluruh truk kontainer kosong parkir di Terminal Tanah Merdeka.

“Tidak boleh lagi ada parkir di jalanan. Itulah yang menyebabkan kemacetan yang luar biasa. Maka kita gunakan Terminal Tanah Merdeka sebagai buffer zone (zona penyangga),” tegas Pramono.

Penutupan U-Turn dan Penyiapan Lahan Penyangga

Di sisi lain, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Budi Awaluddin, menyebut arus lalu lintas di kawasan Jalan Raya Bekasi hingga Jalan Raya Cakung-Cilincing, Jakarta Timur, mulai kembali lancar setelah diterapkannya rekayasa lalu lintas berupa penutupan sejumlah putaran balik (U-turn).

Budi mengonfirmasi bahwa kondisi lalu lintas di kedua arah sudah berangsur normal usai pihaknya melakukan peninjauan langsung pada Rabu (22/7) malam. Rekayasa lalu lintas yang diterapkan mulai pukul 19.00 WIB terbukti efektif mengurai kepadatan kendaraan sekitar pukul 19.30 WIB.

Untuk memastikan kelancaran lalu lintas tetap terkendali, Dishub DKI menjadwalkan kelanjutan rekayasa lalu lintas pada hari berikutnya mulai pukul 15.00 WIB. Penutupan U-turn difokuskan di kawasan Cakung, Babek, dan Jakarta Garden City (JGC) dengan keterlibatan personel Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur dan Jakarta Utara.

Dalam penanganan di lapangan, Dishub DKI menerjunkan 75 personel gabungan yang terdiri dari 30 personel Sudin Perhubungan Jakarta Timur, 30 personel Sudin Perhubungan Jakarta Utara, serta 15 personel tingkat provinsi yang disebar di berbagai titik rawan kemacetan.

Selain mengatur kelancaran arus kendaraan, petugas di lapangan aktif mengarahkan pengemudi truk menuju Terminal Tanah Merdeka sebagai buffer zone apabila terjadi antrean panjang menuju depo peti kemas.

Senada dengan Gubernur, Budi menjelaskan bahwa kemacetan dipicu oleh penumpukan peti kemas di area pelabuhan akibat tingginya volume impor yang tidak diimbangi aktivitas ekspor. Kondisi ini memicu antrean panjang truk di luar depo.

"Kami berharap kapasitas depo Pelindo dapat ditingkatkan dari 65 persen menjadi 75 hingga 80 persen agar tidak terjadi lagi penumpukan peti kemas di depo," kata Budi.

(Ant/P-4)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |