Polres Maros Tangkap Pimpinan Tarekat Ana Loloa, Ajarkan Rukun Islam Ada 11 dan Pergi Haji ke Gunung Bawakaraeng

1 day ago 5

TEMPO.CO, Jakarta - Polres Maros, Sulawesi Selatan, menahan Petta Bau, 59 tahun, pimpinan dan pendiri Pangissengang (ilmu) Tarekat Ana Loloa, yang diduga mengajarkan aliran sesat kepada masyarakat setempat.

"Ada lima orang ditangkap dan sudah ditahan salah satu di antaranya pimpinannya, Petta Bau," kata Kepala Satuan Reskrim Polres Maros Inspektur Satu (Iptu) Aditya Pandu saat dikonfirmasi Antara, di Sulawesi Selatan, Selasa, 1 April 2025.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Kelima orang tersebut sedang menjalani pemeriksaan dan masih dilakukan pendalaman berkaitan ajaran diduga sesat yang diajarkan kepada masyarakat di Maros.

Pengungkapan kasus ini berdasarkan laporan masyarakat bahwa ilmu yang diajarkan menyimpang dari ajaran Islam dan adanya fatwa yang dikeluarkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Maros.

"Awalnya ini dari keresahan masyarakat sekitar terkait aktivitas penyebaran Tarekat Ana Loloa. Setelah ramai diperbincangkan, MUI kemudian mengeluarkan fatwa menyatakan Tarekat Ana Loloa adalah aliran sesat," katanya.

Setelah sebelumnya mendapat respons penolakan dari masyarakat beserta MUI Maros, Petta Bau bersama pengikutnya sempat keluar kota selama beberapa bulan, namun belakangan kembali ke Maros

"Pendiri Tarekat Ana Loloa itu dan empat orang lainnya dijemput anggota Polres pada salah satu rumah milik warga setempat Sabtu lalu. Barang bukti berupa senjata tajam jenis keris dan aksesorisnya yang disebut pusaka, sudah diamankan," kata Aditya.

Rukun Islam Jadi 11 sampai Pergi Haji ke Gunung Bawakaraeng

Dari hasil interogasi, aliran Tarekat Ana Loloa ini diduga mengajarkan ajaran sesat dengan menambahkan Rukun Islam menjadi 11, padahal Rukun Islam hanya 5 sesuai ajaran Nabi Besar Muhammad SAW. Pengikutnya juga diwajibkan membeli benda pusaka sebagai syarat masuk surga.

Hal serupa sebelumnya telah disampaikan Kepala Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Bonto-bonto Marzuki bahwa ada beberapa ajaran yang disampaikan aliran itu, yang menyimpang dari ajaran Islam seperti Rukun Islam ada 11 serta harus membeli benda pusakanya sebagai modal masuk surga.

Selain itu, para pengikut aliran yang bermarkas di Dusun Bonto-bonto, Desa Bonto Somba, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, juga mewajibkan ibadah haji tidak perlu ke Mekah, Arab Saudi, tapi bisa berhaji di puncak Gunung Bawakaraeng, Kabupaten Gowa, Sulsel.

"Pengikutnya itu wajib beli pusaka, itu syaratnya karena akan dipakai selama di akhirat nanti. Naik haji katanya tidak sah di Tanah Suci Mekah, kecuali di tanah Gunung Bawakaraeng," tuturnya.

Selain itu, pengikut juga dilarang membangun rumah karena uang yang dimiliki lebih baik dibelikan benda pusaka sebagai bekal di akhirat.

"Alasannya, mau kiamat dan uang mereka untuk dibelikan pusaka sebagai bekal di akhirat," katanya.

Aliran menyimpang ini dipimpin seorang perempuan kelahiran 1969, Petta Bau.

Dikutip dari Polresmaros.com, tim gabungan yang terdiri dari Kapolsek Tompobulu Makmur, Danramil Tompobulu, Kepala Desa, serta pihak Kantor Urusan Agama (KUA) sebelumnya mendatangi rumah pimpinan tarekat tersebut di Dusun Bonto-Bonto pada 7 Maret 2025. Namun, setibanya di lokasi, petugas tidak menemukan pimpinan tarekat Petta Bau dan hanya ada sejumlah pengikutnya yang menjaga tempat tersebut.

Pihak kepolisian menemukan sejumlah barang mencurigakan di lokasi, termasuk spanduk yang berisi silsilah Tarekat Ana Loloa serta tasbih berukuran besar di dinding.

Berdasarkan keterangan para pengikutnya, Pangissengana Tarekat Ana’ Loloa memiliki sekitar 50 anggota yang tersebar di Kecamatan Tompobulu dan beberapa wilayah di luar Kabupaten Maros.

Makmur menjelaskan bahwa Pangissengana Tarekat Ana’ Loloa rutin mengadakan zikir bersama setiap malam Senin setelah salat Isya, yang langsung dipimpin oleh Petta Bau. Para pengikut tarekat ini juga diwajibkan membeli rompi khusus seharga Rp 250 ribu untuk digunakan saat beribadah.

Achmad Ghiffary Mannan, Ananda Bintang Purwaramdhona berkontribusi dalam penulisan artikel ini.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |