5 Risiko Mengonsumsi Makanan Bersantan Secara Berlebihan

18 hours ago 4

TEMPO.CO, Jakarta - Lebaran identik dengan hidangan yang khas dan lezat, seperti rendang, opor ayam, gulai, dan sayur pepaya atau labu siam untuk teman makan ketupat. Semua makanan Lebaran itu memiliki kesamaan, yakni makanan bersantan atau menggunakan santan sebagai bahan campuran atau kuahnya.

Meskipun santan kelapa memberi cita rasa lezat pada makanan, mengonsumsinya dalam jumlah berlebihan bisa berdampak buruk bagi kesehatan. Karena itu, tetap atur porsi makan agar bisa menikmati hidangan Lebaran tanpa harus menghadapi masalah kesehatan setelahnya.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Dilansir dari laman Ciputra Hospital, berikut beberapa risiko yang perlu diwaspadai jika mengonsumsi makanan bersantan secara berlebihan:

1. Kolesterol Tinggi

Santan dapat memberikan manfaat kesehatan bila mengonsumsinya dalam jumlah sedang. Namun makan santan terlalu banyak bisa menyebabkan efek samping yang tidak diinginkan. Asupan santan yang tinggi dengan pola makan kaya karbohidrat dapat memicu kenaikan berat badan.

Orang yang makan santan terlalu banyak memiliki kadar kolesterol yang lebih tinggi. Umumnya, kolesterol tinggi tidak menimbulkan gejala sehingga perlu menjalani tes darah untuk mengetahui kadarnya. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini bisa menyebabkan komplikasi berupa nyeri dada (angina), serangan jantung, dan stroke.

Selain itu, ada penyakit yang tidak boleh makan santan, salah satunya adalah gangguan pencernaan seperti diare. Sebab santan mengandung tinggi lemak yang sulit dicerna oleh tubuh.

2. Reaksi Alergi

Penelitian membuktikan bahwa alergi terhadap kelapa dan olahannya cenderung jarang terjadi. Jika alergi kelapa, sebaiknya tidak mengonsumsi santan. Gejala alergi kelapa hampir serupa dengan alergi makanan lainnya. Pada beberapa kasus, reaksi alergi bisa menyebabkan anafilaksis atau kondisi parah yang mengancam nyawa.

3. Tidak Memenuhi Kebutuhan Protein

Santan mengandung protein yang jauh lebih rendah dari susu sapi dan susu kedelai. Bila mengonsumsinya berlebihan, ini bisa membuat seseorang kekurangan asupan protein. Ada beberapa tanda-tanda tubuh kekurangan protein, seperti sering sakit, kelemahan otot, rambut dan kuku yang rapuh. Para ahli merekomendasikan orang dewasa untuk memenuhi asupan protein minimal 0,36 gram per pon berat badan.

4. Kadar Gula Darah Tinggi

Sebaiknya berhati-hati saat mengonsumsi santan kemasan. Sebab, produk ini sering kali mengandung gula tambahan yang bisa menyebabkan kerusakan gigi, resistensi insulin, dan risiko penyakit kronis di kemudian hari. Pilihlah santan tanpa pemanis untuk mencegah kadar gula darah tinggi. Jika ingin menambah rasa manis pada masakan, bisa menambahkan sedikit madu, sedikit ekstrak vanila, atau sirup maple sesuai selera.

Selain meningkatkan kadar gula darah, penderita GERD sebaiknya menghindari makanan bersantan. Sebab, jenis makanan ini bisa memicu naiknya asam lambung kembali.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |