Polisi Ajukan Surat Penahanan untuk Bos HYBE Bang Si Hyuk

4 hours ago 2

UNIT Investigasi Kejahatan Keuangan Kepolisian Metropolitan Seoul resmi mengajukan surat perintah penahanan terhadap Bang Si Hyuk, ketua perusahaan hiburan HYBE, pada Selasa, 21 April 2026. Langkah hukum ini diambil setelah penyelidikan panjang terkait dugaan penipuan transaksi saham dan pelanggaran Undang-Undang Pasar Modal saat proses penawaran umum perdana (IPO) perusahaan tersebut.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Dala laporan The Korea Herald, Bang Si Hyuk dituding memberikan informasi palsu kepada para investor awal pada 2019, sesaat sebelum agensi yang menaungi BTS tersebut melantai di bursa saham (IPO) pada 2020. Penahanan ini dianggap perlu oleh pihak-pihak terkait mengingat skala kerugian dan potensi pengaruh tersangka dalam kasus tersebut.

Manipulasi Informasi dan Keuntungan Ilegal

Kasus ini bermula dari pengamatan polisi bahwa Bang Si Hyuk sengaja mendorong para investor dengan menyatakan bahwa HYBE (saat itu masih bernama Big Hit Entertainment) tidak memiliki rencana segera untuk go public. Akibat pernyataan tersebut, banyak investor awal yang tertarik untuk menjual saham mereka kepada perusahaan tujuan khusus (SPC) yang berafiliasi dengan dana ekuitas swasta milik rekan-rekan Bang Si Hyuk.

Namun, fakta yang ditemukan penyidik justru berbanding terbalik. Dilansir dari Reuters, pernyataan Bang Si Hyuk dianggap palsu oleh Komisi Jasa Keuangan setelah ditemukan bukti bahwa HYBE sebenarnya telah menyewa auditor untuk mempersiapkan IPO pada periode yang sama.

Setelah perusahaan resmi melantai di bursa, dana ekuitas tersebut menjual sahamnya dengan harga tinggi. Polisi memperkirakan Bang Si Hyuk menerima sekitar 30 persen dari keuntungan tersebut melalui rahasia perjanjian. Total keuntungan ilegal yang dikantongi Bang diperkirakan mencapai 190 miliar won atau setara dengan Rp2,2 triliun.

 Intervensi Kedutaan Besar AS dan Larangan Terbang

Babak baru konferensi ini muncul di tengah kabar adanya upaya lobi internasional. Kedutaan Besar Amerika Serikat di Seoul dikabarkan sempat mengirimkan surat kepada otoritas Korea Selatan untuk meminta penangguhan sementara larangan terbang terhadap Bang Si Hyuk.

Permintaan tersebut didasarkan pada rencana kehadiran Bang dalam perayaan Hari Kemerdekaan AS ke-250 serta koordinasi tur global BTS yang sedang berlangsung. Meski demikian, pihak kepolisian tetap bersikukuh melanjutkan prosedur hukum. Dilansir dari Soompi, Bang Si Hyuk sendiri telah dilarang meninggalkan Korea Selatan sejak Agustus tahun lalu untuk memastikan dia kooperatif dalam proses penyelidikan yang telah melibatkan lima kali pemanggilan saksi.

Dampak terhadap Industri K-Pop

Langkah kepolisian untuk mengamankan Bang Si Hyuk menandai salah satu kasus kriminal keuangan yang paling menonjol di sektor hiburan Korea Selatan. Publik kini menunggu keputusan terkait apakah surat perintah tersebut akan dikabulkan atau tidak.

Pihak HYBE hingga saat ini belum memberikan komentar resmi secara mendalam. Namun, tim hukum Bang Si Hyuk kecewa atas pengajuan surat tersebut. Pengacara Bang Si Hyuk menyebut kliennya telah menyatakan kooperatif selama ini.

"Sangat disesalkan bahwa surat perintah penangkapan telah diminta meskipun dia bekerja sama dengan penyelidikan dalam jangka waktu yang lama. Kami akan setia berpartisipasi dalam proses hukum di masa depan dan melakukan yang terbaik untuk mengklarifikasi fakta,” tulis pernyataan tersebut.

Skandal ini menjadi ujian berat bagi tata kelola HYBE, terutama saat grup andalan mereka, BTS, tengah memulai kembali aktivitas global setelah masa wajib militer. Jika terbukti benar, kasus ini diprediksi akan mengubah lanskap regulasi industri musik K-Pop yang kini sedang tumbuh pesat di pasar global.

ANDARA ANGESTI

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |