PERUSAHAAN robotika asal Cina, Agibot, optimistis terhadap prospek pasar robot humanoid di Indonesia. Melalui mitra distribusinya, PT Denka Pratama Indonesia, Agibot menilai kombinasi strategi nasional, basis industri yang kuat, dan populasi muda menjadi faktor utama yang akan mendorong adopsi teknologi robotika dan kecerdasan buatan (AI) di Indonesia.
President of Middle East & Asia Pacific Region Agibot, Abel Deng, mengatakan Indonesia memiliki fondasi yang mendukung perkembangan industri robot humanoid. “Program Making Indonesia 4.0 kini diterapkan secara luas di berbagai industri di seluruh negeri. Teknologi AI dan embodied AI menjadi prioritas utama dalam strategi nasional ini,” kata Abel di sela-sela Agibot Partner Conference Indonesia yang digelar di Jakarta, Rabu, 10 Juni 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Ia menambahkan Indonesia juga memiliki basis industri yang kuat serta populasi lebih dari 280 juta jiwa, dengan sekitar separuhnya berasal dari Generasi Z yang dinilainya akrab dengan teknologi AI. Agibot melihat peluang penerapan robot humanoid terbuka di berbagai sektor, mulai dari pusat perbelanjaan, ritel, rumah sakit, hingga perbankan. Dalam jangka panjang, ia meyakini robot humanoid dapat menjadi bagian dari kehidupan rumah tangga ketika teknologi tersebut semakin matang.
Meski belum mengungkapkan target penjualan secara rinci, Agibot memperkirakan bisnisnya di Indonesia akan tumbuh signifikan dalam beberapa tahun ke depan. “Mengenai target, itu bergantung pada bagaimana kami berkolaborasi dengan mitra lokal dan bagaimana bisnis ini berkembang,” tuturnya.
Chief Marketing Officer Denka, Bagus Widyanto, mengaku telah menerima minat dari berbagai kalangan meski peluncuran produk robot humanoid Agibot di Indonesia baru dilakukan. Menurut dia, pihak yang telah menjajaki kerja sama berasal dari berbagai sektor, mulai dari instansi pemerintah, perusahaan swasta, komunitas dan asosiasi, pemilik merek, hingga lembaga pendidikan seperti universitas.
Terkait potensi pasar, Denka juga menilai prospek teknologi AI dan robotika di Indonesia sangat besar. Bagu mengatakan, perusahaan juga telah menjalin komunikasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah dan regulator. Dari berbagai sektor yang berpotensi memanfaatkan teknologi robot humanoid, pendidikan dinilai menjadi sektor yang paling cepat merasakan dampaknya.
“Di mana kami sekarang juga berkomitmen dengan pemerintah untuk menaikkan taraf pendidikan di Indonesia bersama beberapa pihak yang mendukung penuh AI dan teknologi percepatan di Indonesia.“





































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5495647/original/074499000_1770385031-barba.jpeg)











