Perusahaan AS Dukung Bangun Nuklir Sipil Saudi selama 30 Tahun

3 days ago 10
Perusahaan AS Dukung Bangun Nuklir Sipil Saudi selama 30 Tahun Donald Trump dan Mohammed bin Salman.(Al Jazeera)

PEMERINTAHAN Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilaporkan akan segera mengumumkan kesepakatan besar yang memungkinkan Arab Saudi mengembangkan program nuklir sipil. Menurut laporan media AS yang mengutip sejumlah pejabat, pengumuman resmi diperkirakan akan dilakukan pada Rabu (22/7) waktu setempat.

Kesepakatan ini diprediksi bernilai miliaran dolar bagi AS. Perusahaan-perusahaan Amerika kemungkinan besar akan terlibat dalam pembangunan fasilitas produksi uranium yang diperkaya. Meskipun uranium tersebut ditujukan sebagai bahan bakar pembangkit listrik, teknologi ini juga memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi senjata nuklir.

Kekhawatiran Israel dan Aktivis Non-Proliferasi

Rencana ini memicu reaksi keras dari para pakar nuklir dan mantan pejabat di Israel, sekutu utama AS di Timur Tengah. Mereka menyuarakan kekhawatiran bahwa kesepakatan ini pada akhirnya dapat membuka jalan bagi Arab Saudi untuk memiliki senjata nuklir sendiri.

Selain Israel, para aktivis non-proliferasi nuklir global juga menyatakan keprihatinan serupa. Fokus utama mereka adalah mencegah penambahan jumlah negara yang memiliki akses terhadap persenjataan nuklir di seluruh dunia.

Ketentuan Pengayaan Uranium

Berdasarkan laporan media, ketentuan dalam perjanjian ini memungkinkan Arab Saudi untuk melakukan pengayaan uranium di tanah mereka sendiri setelah melalui studi bersama dengan AS. Hal ini berbeda dengan kesepakatan tahun 2009 antara AS dan Emirat Arab yaitu Emirat dilarang memproduksi bahan bakar sendiri dan harus menerima berbagai pembatasan ketat.

Wall Street Journal melaporkan bahwa kesepakatan ini telah disetujui oleh Presiden Trump dan akan berlaku selama 30 tahun. Jika setelah studi bersama AS keberatan dengan aktivitas pengayaan di Saudi, kerajaan tersebut dilarang melakukannya secara mandiri atau dengan mitra asing lain selama 10 tahun.

Ketegangan Regional dan Hubungan dengan Iran

Isu nuklir ini muncul di tengah konflik berkepanjangan antara AS-Israel dengan Iran. Pada 2018, Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman, menyatakan kepada CBS News bahwa negaranya tidak berencana memiliki senjata nuklir, tetapi menegaskan, "Tanpa ragu, jika Iran mengembangkan bom nuklir, kami akan mengikuti langkah tersebut sesegera mungkin."

Menariknya, laporan New York Times menyebutkan bahwa kesepakatan nuklir ini tidak dijadikan syarat bagi Arab Saudi untuk melakukan normalisasi hubungan diplomatik dengan Israel, meskipun normalisasi tersebut telah lama menjadi aspirasi presiden-presiden AS terdahulu.

Catatan: Rencana ini selanjutnya akan dikirim ke Kongres AS. Meski Partai Republik menguasai kedua kamar di Kongres, sejumlah anggota legislatif dari kedua kubu diperkirakan akan tetap mengajukan keberatan terhadap kesepakatan ini. (BBC/I-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |