Pengamat Sebut Kepercayaan Publik ke Kejaksaan Diuji di Kasus Eks JAM-Pidsus

2 days ago 2
Pengamat Sebut Kepercayaan Publik ke Kejaksaan Diuji di Kasus Eks JAM-Pidsus Ilustrasi(Dok Istimewa)

PENELITI Senior Forum Masyarakat Pemerhati Parlemen (Formappi), Lucius Karus, menilai kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menyeret mantan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (JAM-Pidsus), Febrie Adriansyah, menjadi ujian berat bagi Kejaksaan Agung.

Lucius menyoroti timbulnya keraguan di tengah masyarakat mengenai independensi penanganan perkara ini. Hal itu terjadi mengingat posisi Febrie yang merupakan mantan pejabat tinggi di kejaksaan, sementara para penyidik Pidsus yang menangani perkara saat ini merupakan mantan anak buahnya.

"Publik terus mengawal dan menunggu sejauh mana Kejaksaan mengungkap, membongkar, dan menuntut Febrie Adriansyah. Namun, publik juga sebetulnya ragu karena penyidik-penyidik khususnya di Pidsus adalah bekas anak buah Febrie," ujar Lucius dalam diskusi bertajuk “Melacak Tindak Pidana Pencucian Uang dalam Kasus Eks Jampidsus: Urgensi Pengungkapan Aliran Uang Kejahatan dan Aktor Intelektual” di Jakarta Pusat, Rabu (22/7/2026).

Lucius menambahkan, potret buruk pemberantasan korupsi di tanah air tidak lepas dari adanya ketidakpatuhan para pejabat negara dalam melaporkan Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) ke KPK secara jujur dan tertib. Ketidakjujuran dalam pelaporan profil kekayaan tersebut pada akhirnya menyulitkan aparat penegak hukum ketika hendak melakukan pelacakan aset terkait Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

"Kasus yang menyeret eks Jampidsus ini harus dijadikan langkah reformasi untuk perbaikan hukum, perbaikan undang-undang, hingga pembuktian komitmen negara bahwa mereka benar-benar serius dalam agenda pemberantasan korupsi," tegas Lucius. (H-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |