Pemkab Cilacap Optimistis Tetap Swasembada Beras di Musim Kemarau

2 weeks ago 18
Pemkab Cilacap Optimistis Tetap Swasembada Beras di Musim Kemarau Kampung Iklim di Dusun Bondan, Desa Ujung Alang, Kecamatan Kampung Laut, Kabupaten Cilacap.(Antara)

DINAS Pertanian (Dinpertan) Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, memastikan ketersediaan air untuk lahan pertanian di wilayahnya masih mencukupi meski musim kemarau mulai melanda. Pasokan air ini dinilai masih mampu mendukung pertumbuhan tanaman padi pada Musim Tanam (MT) III hingga masa panen yang diprediksi jatuh pada Agustus–September 2026.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap, Sigit Widayanto, mengungkapkan bahwa meskipun curah hujan menurun signifikan dalam satu bulan terakhir, kondisi tersebut belum mengganggu kebutuhan air tanaman padi. Menurutnya, fase pertumbuhan padi saat ini tidak memerlukan debit air yang besar secara terus-menerus.

"Untuk lahan yang sudah ditanami padi masih dalam kondisi aman. Tanaman padi tidak membutuhkan air dalam jumlah besar setiap saat karena ada fase-fase pertumbuhan tertentu yang kebutuhan airnya lebih sedikit," ujar Sigit.

Kecukupan air di Cilacap didukung oleh pengelolaan distribusi irigasi yang ketat. Pemerintah daerah bersama Komisi Irigasi telah mengatur jadwal penutupan saluran di beberapa titik strategis untuk menjaga cadangan air selama kemarau.

Beberapa wilayah irigasi yang masuk dalam pengaturan jadwal antara lain:

  • Daerah Irigasi (DI) Menganti
  • Daerah Irigasi (DI) Serayu
  • Jaringan irigasi teknis lainnya di wilayah Cilacap

Selain pengaturan irigasi, Dinpertan juga mengoptimalkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) dari Kementerian Pertanian untuk mempercepat pengolahan lahan agar proses tanam lebih efektif di tengah keterbatasan air.

Target Luas Tambah Tanam (LTT) 2026

Meski kondisi air aman, Dinpertan Cilacap memprediksi target Luas Tambah Tanam (LTT) untuk bulan Juni 2026 akan sulit tercapai secara penuh. Hal ini disebabkan oleh mayoritas lahan sawah yang sudah menyelesaikan masa tanam (tutup tanam), sehingga ruang untuk penambahan areal baru menjadi terbatas.

Data Target dan Realisasi Pertanian Cilacap 2026:

Indikator Target/Data
Target LTT Juni 2026 23.126 Hektare
Estimasi Realisasi Juni 2026 ± 10.000 Hektare
Realisasi Jan-Mei 2026 > 80% (Kategori Hijau)
Total Target Luas Tanam 2026 174.000 Hektare
Luas Baku Sawah 66.000 Hektare
Target Indeks Pertanaman (IP) Meningkat dari 2,1 ke 2,6

Sigit mengakui bahwa ketidaktercapaian target LTT dapat berdampak pada total produksi padi tahunan. Namun, pihaknya terus berupaya agar realisasi tanam tetap berada di atas angka 80 persen guna menjaga stabilitas pangan di Kabupaten Cilacap.

"Kalau target luas tambah tanam tidak tercapai, produksi tentu ikut terpengaruh. Karena itu kami terus berupaya agar pencapaiannya minimal di atas 80 persen sehingga produksi padi tetap terjaga," pungkasnya. (LD/I-1)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |