Ilustrasi(magnifik)
SEORANG pelajar SMA Negeri di Kota Semarang menjadi korban pemukulan dan pengeroyok oleh orang mengaku sebagai intel di Polsek Semarang Barat, kasus ini kemudian dilaporkan ke Polrestabes Semarang dan masih dalam pengusutan.
Pemantauan Media Indonesia Rabu (8/7) tim pengacara dari Pusat Konsultasi dan Bantuan Hukum (PKBH) Badan Koordinasi Lembaga Pendidikan Al-Qur'an (Badko LPQ) Kota Semarang, mendatangi Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Semarang untuk mengadukan kasus pemukulan dan intimidasi terhadap siswa SMA Negeri di Semarang.
Korban berisial IHP telah mendapat pemukulan dan intimidasi okeh tiga orang diduga relawan yang mengaku sebagai intel di Polsek Semarang Barat, bahkan korban yang kasih berstatus pelajar tersebut dituduh terlibat balap liar sempat dibawa ke Polsek dan diinterogasi hingga akhirnya dilepas.
"Kami minta kasus ini diusut tuntas, korban merupakan seorang pelajar yang masih di bawah umur mengalami trauma akibat peristiwa tersebut," kata Ketua tim kuasa hukum Joko Susanto.
Didampingi ibu kandung korban Hindrawati, Joko Susanto mengatakan bahwa setelah melaporkan kasus ini, tm kuasa hukum melakukan koordinasi dengan penyidik untuk mendorong penanganan perkara tersebut agar segera diproses.
"Setelah kita melakukan penelusuran pelaku diduga relawan dan kami menyertakan foto salah seorang pelaku," tambahnya.
Peristiwa intimidasi dan pemukulan itu, menurut Joko Susanto, berawal ketika korban baru saja mengantarkan temannya pada Sabtu (4/7) dini hari, namun ketika dalam perjalanan pulang tiba-tiba di kawasan Jalan Puspowarno, Kecamatan Semarang Barat.dipepet tiga orang yang menuduh terlibat balap liar.
Bahkan korban kemudian diinterogasi serta sempat di pukul oleh pelaku, kemudian dibawa ke Polsek Semarang Barat dan di kantor polisi terdekat kembali diinterogasi hingga akhirnya dipulangkan.
"Kami memberikan pendampingan hukum karena korban merupakan alumni santri taman pendidikan Al-Qur'an dan ibunya anggota Badko LPQ Kota Semarang," tuturnya.
Kepala Satuan Reskrim PPA dan PPO Polrestabes Semarang Kompol Ni Made Srinitri mengungkapkan telah menerima laporan dari korban danbkyasa hukumnya atas kasus tersebut, sehingga langsung bergerak untuk melakukan penyelidikan dan pendalaman serta menurut rencana segera akan diperiksa sejumlah saksi-saksi.
"Vebarvkami telah menerima laporan kasus yang menimpa seorang pelajar sebuah SMA Negeri di Kota Semarang, kasus itu masih dalam proses penyelidikan dan pendalaman," ujar Ni Made Sriniti.
Pada penyelidikan awal, ungkap Ni Made Sriniti, petugas telah mengantongi identitas diduga pelaku, namun untuk melengkapi penyelidikan tersebut kepolisian masih akan memeriksa korban dan saksi-saksi.
"Sudah diketahui namun belum dapat mengungkapkan pelaku yang mengaku intel tersebut," imbuhnya. (AS)

















































