Pakistan Bujuk Iran Ikuti Perundingan Kedua dengan AS

3 days ago 2

PAKISTAN terus berupaya membujuk Iran untuk mengikuti putaran kedua negosiasi dengan Amerika Serikat, kata Menteri Informasi Pakistan Attaullah Tarar pada Selasa.

"Tanggapan resmi dari Iran terkait konfirmasi delegasi untuk menghadiri Perundingan Perdamaian Islamabad masih ditunggu," kata Tarar di X seperti dilansir Antara.

"Pakistan telah melakukan upaya tulus untuk meyakinkan kepemimpinan Iran agar berpartisipasi dalam putaran kedua perundingan dan upaya ini terus berlanjut," ujar dia.

Pakistan terus menjalin kontak dengan Iran, serta mematuhi jalur diplomasi dan dialog, menteri tersebut menambahkan.

"Gencatan senjata berakhir pada 22 April, pukul 04.50 pagi waktu setempat. Keputusan Iran untuk menghadiri perundingan sebelum berakhirnya gencatan senjata selama dua pekan sangat penting," tutur dia.

Trump Perpanjang Gencatan Senjata

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan perpanjangan gencatan senjata dengan Iran pada Selasa malam. Seperti dilansir Al Jazeera, Trump dengan mengatakan bahwa militer AS akan menunda serangan untuk memberi waktu lebih banyak bagi Teheran untuk mengajukan proposal guna mengakhiri perang.

Langkah ini dilakukan atas permintaan mediator Pakistan, menurut Trump. Gencatan senjata tersebut seharusnya berakhir pada Rabu 22 April 2026. Namun, Trump menegaskan pihaknya akan tetap melakukan blokade di Selat Hormuz, aksi yang menjadi ganjalan utama bagi Iran untuk berpartisipasi dalam perundingan putaran kedua.

Tanpa batas waktu spesifik, pernyataan Trump menunjukkan bahwa perpanjangan gencatan senjata bersifat terbuka, setidaknya dari pihak AS.

Respon Iran

Iran tidak segera menanggapi pernyataan Trump. Kantor berita semi-resmi Tasnim mengatakan posisi Teheran akan “diumumkan secara resmi nanti”.

Perpanjangan ini menandai perubahan sikap mendadak terbaru dari Gedung Putih Trump.

Beberapa jam sebelum unggahan media sosialnya, Trump mengatakan bahwa ia menentang perpanjangan gencatan senjata, memperingatkan Iran bahwa waktu hampir habis sebelum AS melancarkan serangan besar-besaran terhadap infrastrukturnya.

Perubahan sikap ini terjadi ketika para pejabat Iran mengutuk blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan negara itu. Hal ini menimbulkan keraguan tentang partisipasi mereka dalam pembicaraan yang dijadwalkan pada Rabu.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |