Okupansi Hotel di Mataram Jelang MotoGP 2026 Masih di Bawah 50 Persen

2 hours ago 2
Okupansi Hotel di Mataram Jelang MotoGP 2026 Masih di Bawah 50 Persen MotoGP Indonesia 2025.(Dok. Antara/Aditya Pradana)

DINAS Pariwisata (Dispar) Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), melaporkan bahwa tingkat pemesanan hotel di wilayahnya untuk perhelatan MotoGP Indonesia 2026 masih tergolong rendah. Hingga saat ini, rata-rata okupansi hotel di Mataram untuk periode balapan 9-11 Oktober mendatang masih berada di bawah angka 50 persen.

Kondisi ini berbanding terbalik dengan kawasan utama di sekitar Sirkuit Mandalika. Sekretaris Dispar Kota Mataram, Leni Oktavia, mengungkapkan bahwa pemesanan di area ring satu telah mencapai angka yang signifikan.

"Berbeda dengan ring satu di kawasan Mandalika, pemesanan hotel untuk tamu MotoGP 2026 telah mencapai 85 persen. Begitu juga di kawasan Senggigi yang terus merambat naik," ujar Leni Oktavia di Mataram, Jumat (11/9/2026).

Tren Pemesanan Menjelang Hari Balapan

Leni menjelaskan bahwa rendahnya angka pemesanan saat ini tidak menjadi kekhawatiran besar. Berdasarkan evaluasi tahun-tahun sebelumnya, Kota Mataram sebagai daerah penyangga biasanya baru akan mengalami lonjakan pemesanan pada H-3 hingga H-2 menjelang hari balapan (race day).

"Karena Mataram daerah penyangga, pemesanan hotel bagi tamu MotoGP biasanya naik signifikan menjelang hari balapan," tambahnya.

Terkait harga sewa kamar, Dispar memastikan tarif hotel di Kota Mataram sejauh ini masih dalam batas normal sesuai standar platform pemesanan. Pemerintah Kota Mataram terus mengimbau para pengelola akomodasi agar tidak melakukan markup tarif secara drastis yang dapat merugikan wisatawan.

Meski demikian, Leni mengakui adanya tantangan di lapangan terkait aksi spekulasi para calo yang sering memicu kenaikan harga di masyarakat. "Tugas kami mengingatkan agar pelaku pariwisata bisa kooperatif agar para tamu merasa aman dan nyaman selama di Kota Mataram," tegasnya.

Kesiapan Kuliner dan UMKM

Selain sektor akomodasi, Kota Mataram juga mengandalkan sektor kuliner dan UMKM sebagai daya tarik utama bagi wisatawan MotoGP. Dispar telah menyiapkan berbagai titik sentra kuliner untuk menyambut tamu yang menginap di Mataram.

Belajar dari pengalaman sebelumnya, animo wisatawan terhadap kuliner khas seperti Ayam Taliwang dan Sate Rembiga sangat tinggi hingga sering terjadi kelangkaan stok di restoran. Oleh karena itu, pelaku usaha diimbau untuk menjaga ketersediaan bahan baku guna mengantisipasi lonjakan permintaan.

Sementara itu, untuk keterlibatan UMKM di area Sirkuit Mandalika, Leni menyebutkan bahwa para pelaku usaha dari Kota Mataram telah difasilitasi melalui proses kurasi ketat yang ditangani langsung oleh Pemerintah Provinsi NTB. (Ant/H-3)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |