Ilustrasi(Dok Prime Video)
PENAMPILAN gemilang penyanyi global asal Indonesia, Agnez Mo, dalam serial action hit Amazon Prime Video, Reacher Season 4, kembali mencuri perhatian publik. Berperan sebagai karakter antagonis bernama Lila Hoth, berbagai atribut busana dan properti yang melekat pada karakternya tidak luput dari sorotan, termasuk penggunaan aksesori berupa gelang tradisional yang terbuat dari biji saga rambat (Abrus precatorius).
Di balik estetika visualnya yang eksotis dan kerap dijadikan kerajinan tangan, biji saga rambat menyimpan fakta ilmiah serta bahaya toksik yang kerap tidak disadari oleh masyarakat luas.
Estetika Tradisional Berbalut Bahaya Laten
Biji saga rambat dikenal memiliki bentuk yang khas serta warna merah mencolok dengan bintik hitam di bagian dasarnya. Karena tampilannya yang unik, biji tanaman merambat ini sering kali dimanfaatkan oleh perajin lokal untuk dijadikan manik-manik perhiasan, seperti kalung, gelang, hingga tasbih.
Namun, pakar kesehatan dan toksikologi mengingatkan bahwa komponen estetika tersebut menyimpan potensi ancaman serius bagi keselamatan manusia. Biji saga rambat diketahui mengandung racun alami tingkat tinggi yang dapat berakibat fatal jika sampai masuk ke dalam tubuh.
Kandungan Toksin Abrin: Salah Satu Racun Alami Paling Mematikan
Bahaya utama dari biji saga rambat terletak pada kandungan protein beracun bernama abrin. Berdasarkan data toksikologi, abrin merupakan fitoalbumin potent yang cara kerjanya mirip dengan ricin (dari biji jarak), namun dengan tingkat toksisitas yang jauh lebih tinggi.
- Mekanisme Kerja: Abrin bekerja dengan cara menghambat sintesis protein di dalam sel-sel tubuh. Ketika sintesis protein terhenti, sel akan mengalami kerusakan fungsional dan mati, yang berujung pada kegagalan multi-organ.
- Dampak Keracunan: Keracunan abrin dapat memicu gejala akut seperti mual hebat, muntah, diare berdarah, dehidrasi berat, kejang, hingga kerusakan organ dalam seperti hati dan ginjal.
- Tingkat Fatalitas: Cukup dengan tertelannya satu biji saga saja—terutama jika cangkang bijinya retak, terkoyak, atau dikunyah—dapat berakibat fatal bagi manusia, khususnya anak-anak dan hewan peliharaan.
Aman Digunakan Asal Melalui Proses Sterilisasi
Kendati beracun, perhiasan atau gelang berbahan dasar biji saga sebenarnya masih dapat dijumpai dalam bentuk suvenir kerajinan tangan. Para ahli menjelaskan bahwa biji saga yang digunakan sebagai perhiasan umumnya telah melalui proses pengolahan ketat, seperti perendaman khusus atau pelapisan zat tertentu untuk menetralkan kandungan racunnya.
Meski demikian, masyarakat diimbau untuk tetap waspada apabila menemukan tanaman liar saga rambat di sekitar lingkungan tempat tinggal.
Biji saga rambat aman dipajang sebagai aksesori luar selama struktur kerasnya tidak rusak dan tidak tertelan. Namun, orangtua harus ekstra hati-hati agar anak-anak tidak menjadikan biji-biji tersebut sebagai mainan yang berisiko dimasukkan ke dalam mulut.
Dengan semakin meluasnya eksposur budaya dan unsur lokal Indonesia di kancah perfilman Hollywood melalui Reacher Season 4, fenomena ini sekaligus menjadi momentum edukasi penting bagi publik untuk lebih mengenal karakteristik flora lokal secara bijak dan aman. (E-4)


















































