Kafilah MTQ Nasional Berdatangan, 13 Venue di Jateng Siap

2 hours ago 2
Kafilah MTQ Nasional Berdatangan, 13 Venue di Jateng Siap Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan 13 venue MTQ Nasional XXXI siap digunakan.(Dok.Pemprov Jateng)

SEBANYAK 847 peserta dan ofisial dari 12 provinsi telah tiba di Jawa Tengah untuk mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan 13 venue perlombaan beserta fasilitas pendukung siap digunakan.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengatakan, hingga Kamis (10/9) pukul 17.00 WIB, kafilah dari 12 provinsi telah tiba di Jawa Tengah. Para peserta selanjutnya menjalani persiapan sebelum perlombaan dimulai.

Hal itu disampaikan Taj Yasin saat menyambut Wakil Gubernur Papua Barat Daya Ahmad Nausrau di Stasiun Tawang, Semarang, Kamis malam.

“Alhamdulillah, hari ini kita sudah menerima sebanyak 847 peserta dan ofisial yang masuk ke Jawa Tengah, terbagi dari 12 provinsi,” ujar Taj Yasin yang juga Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Jawa Tengah.

Menurut Taj Yasin, Pemprov Jateng telah menyiapkan berbagai kebutuhan kafilah, mulai dari penginapan, konsumsi, transportasi, keamanan, posko kesehatan, ambulans, tenaga kesehatan, hingga rumah sakit rujukan.

Sebanyak 15 bus juga disiapkan untuk mendukung mobilitas kafilah, dewan hakim, panitia, dan tamu selama pelaksanaan MTQ Nasional.

Adapun 13 venue disiapkan untuk perlombaan dan kegiatan pendukung. Beberapa di antaranya berada di kawasan Simpang Lima, Masjid Agung Jawa Tengah, Masjid Raya Baiturrahman Semarang, dan kawasan PRPP.

Untuk memastikan kebutuhan setiap kafilah terpenuhi, Pemprov Jateng juga menugaskan satu perangkat daerah sebagai pendamping masing-masing provinsi. Kafilah Papua Barat Daya, misalnya, didampingi Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

“Setiap dinas mendampingi satu provinsi untuk menjamu dan memberikan informasi mengenai kebutuhan selama MTQ,” kata Taj Yasin.

Sementara itu, Wakil Gubernur Papua Barat Daya Ahmad Nausrau mengapresiasi sambutan Pemprov Jateng. Ia mengaku memiliki ikatan khusus dengan Jawa Tengah karena istrinya, Ida Priyanti Nausrau, berasal dari Cilacap.

“Kula niki mulih. Lha bojoku wong Jawi, Cilacap. Sing jelas, iki boten melu MTQ mawon, tapi sekaligus mulih,” ujar Ahmad.

Menurut Ahmad, MTQ Nasional tidak sekadar menjadi ajang perlombaan, tetapi juga momentum memperkuat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan kebersamaan antardaerah.

Papua Barat Daya juga berencana mempelajari penyelenggaraan MTQ Nasional di Jawa Tengah sebagai bahan pertimbangan untuk mengajukan diri menjadi tuan rumah pada masa mendatang. Raja Ampat dinilai memiliki potensi untuk menjadi lokasi penyelenggaraan sekaligus menarik peserta dari berbagai daerah.

Jika terealisasi, MTQ Nasional di Papua Barat Daya akan menjadi penyelenggaraan pertama di Tanah Papua.

Ahmad mengatakan kafilah Papua Barat Daya datang lebih awal agar para qari dan qariah memiliki waktu beradaptasi sekaligus memaksimalkan latihan.

“Bagi kami, yang penting adalah partisipasi. Soal menang atau kalah itu urusan nanti. Yang utama adalah bagaimana nilai-nilai Al-Qur’an dihayati dan diamalkan dalam kehidupan sosial masyarakat,” tandasnya. (E-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |