Obesitas pada Remaja tak Hanya Dipengaruhi Pola Makan, Tidur Juga Berperan

5 hours ago 4
Obesitas pada Remaja tak Hanya Dipengaruhi Pola Makan, Tidur Juga Berperan Pola tidur memengaruhi obesitas.(Magnific)

OBESITAS pada anak dan remaja bukan lagi sekadar persoalan berat badan berlebih. Kondisi ini telah berkembang menjadi tantangan kesehatan yang dapat mempengaruhi kualitas hidup sejak usia dini hingga meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis saat dewasa.

National Heart, Lung, and Blood Institute (NHLBI) menjelaskan bahwa anak dan remaja dengan obesitas memiliki risiko lebih tinggi mengalami penyakit jantung, diabetes tipe 2, serta berbagai dampak terhadap kesehatan mental, seperti kecemasan, depresi, dan rendahnya rasa percaya diri

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), anak dan remaja yang tidak memperoleh waktu tidur yang cukup memiliki risiko lebih tinggi mengalami berbagai masalah kesehatan, termasuk obesitas, diabetes tipe 2, gangguan kesehatan mental, hingga kesulitan berkonsentrasi dan penurunan prestasi belajar. Karena itu, tidur tidak hanya dipandang sebagai waktu istirahat, tetapi juga sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan secara menyeluruh.

Remaja Dianjurkan Tidur 8–10 Jam Setiap Malam

Durasi tidur yang dibutuhkan setiap orang berbeda sesuai usia. CDC merekomendasikan agar remaja berusia 13 hingga 18 tahun mendapatkan waktu tidur 8 - 10 jam setiap malam, sedangkan anak usia 6 - 12 tahun membutuhkan 9 - 12 jam tidur setiap hari. Namun, data CDC menunjukkan sebagian besar siswa sekolah menengah masih tidur kurang dari jumlah yang dianjurkan pada malam hari saat sekolah.

CDC menyebutkan bahwa tidur yang cukup membantu anak dan remaja tetap fokus saat belajar, meningkatkan konsentrasi, serta mendukung performa akademik. Sebaliknya, kekurangan tidur dalam jangka panjang berkaitan dengan meningkatnya risiko berbagai gangguan kesehatan, termasuk obesitas.

Pencegahan Obesitas Tidak Bertumpu pada Satu Kebiasaan

NHLBI menegaskan bahwa tidak ada satu langkah yang mampu mencegah obesitas secara sendiri-sendiri. Upaya pencegahan perlu dilakukan melalui kombinasi berbagai kebiasaan sehat, seperti mengonsumsi makanan bergizi dengan kalori yang sesuai kebutuhan, melakukan aktivitas fisik setidaknya 60 menit setiap hari, membatasi waktu penggunaan layar hingga sekitar dua jam atau kurang di luar keperluan belajar, serta memastikan anak dan remaja memperoleh tidur yang cukup setiap malam. Pemeriksaan kesehatan secara berkala juga dianjurkan untuk memantau pertumbuhan dan indeks massa tubuh (BMI) sesuai usia.

Tidur yang cukup merupakan salah satu komponen penting dalam strategi pencegahan obesitas, bersama pola makan bergizi, aktivitas fisik yang teratur, dan mengatur waktu layar.   Membangun kebiasaan tidur yang baik sejak dini dapat menjadi investasi sederhana untuk menjaga kesehatan fisik, mendukung tumbuh kembang, serta mengurangi risiko berbagai penyakit kronis di masa depan. (National Heart, Lung, and Blood Institute, Centers for Disease Control and Prevention/P-3)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |