Debit Air Situ Gede Tasikmalaya Menyusut, Wisata Sepi dan Pertanian Terancam

5 hours ago 3
Debit Air Situ Gede Tasikmalaya Menyusut, Wisata Sepi dan Pertanian Terancam Debit air Situ Gede Tasikmalaya menyusut drastis.(Dok. MI)

MUSIM kemarau yang melanda wilayah Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, mulai memberikan dampak serius bagi sektor pariwisata dan pertanian. Destinasi wisata Situ Gede di Kelurahan Linggajaya, Kecamatan Mangkubumi, kini mengalami penyusutan debit air yang signifikan, yang berujung pada penurunan jumlah pengunjung serta mengancam produktivitas lahan pertanian di sekitarnya.

Penjaga Pintu Air (PPA) Situ Gede, Satia Triadi, mengungkapkan bahwa kondisi surutnya air di objek wisata tersebut sudah berlangsung selama tiga bulan terakhir. Menurutnya, pasokan air utama dari irigasi Cibanjaran saat ini sudah berhenti mengalir, sehingga genangan air di Situ Gede hanya bergantung pada sumber mata air yang tersisa.

"Dari total luas Situ Gede yang mencapai 47 hektare, saat ini yang tergenang air hanya tersisa kurang lebih 20 hektare," ujar Satia Triadi, Kamis (16/7/2026).

Penyusutan ini berdampak langsung pada distribusi air ke lahan pertanian di wilayah Kecamatan Cihideung dan Kecamatan Bungursari. Satia menjelaskan, dari lima pintu air yang biasanya mampu mengairi 250 hektare sawah, kini hanya satu pintu yang masih beroperasi untuk menyuplai sekitar 60 hektare lahan di wilayah Mangkubumi. Kondisi ini memaksa petugas melakukan pengaturan suplai air dengan durasi yang lebih lama dari biasanya.

Sektor Wisata Terpukul

Dampak kemarau juga dirasakan langsung oleh para pelaku usaha di kawasan wisata Situ Gede. Deni (44), salah seorang pemilik perahu wisata, menyebutkan bahwa penurunan debit air membuat aktivitas wisata air terhenti total. Perahu-perahu yang biasanya ramai membawa wisatawan berkeliling kini terpaksa disandarkan.

"Sudah tiga bulan debit air turun drastis. Pengunjung jadi sepi karena daya tarik utamanya, yaitu wisata air, tidak bisa beroperasi. Untuk sementara, saya beralih profesi bekerja membangun Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) demi menyambung hidup," kata Deni.

Senada dengan Deni, petugas tiket wisata Situ Gede, Dodi, mengonfirmasi adanya penurunan jumlah kunjungan secara signifikan. Meski loket tiket tetap dibuka dan rumah makan di sekitar lokasi masih melayani pembeli, ketiadaan aktivitas perahu wisata membuat suasana objek wisata alam tersebut menjadi lesu.

"Musim kemarau sangat berdampak bagi pelaku usaha perahu. Meskipun pedagang nasi masih ada pembeli, namun kondisi secara keseluruhan sepi karena daya tarik perahu wisata hilang. Selain itu, yang paling mengkhawatirkan adalah dampak kekeringan pada lahan pertanian warga," pungkas Dodi. (H-3)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |