Jakarta, CNN Indonesia --
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan masih ada "tugas yang harus dilakukan" di Iran menyusul Amerika Serikat yang terus mendorong Teheran berunding untuk mengakhiri perang sejak 28 Februari lalu.
Netanyahu mengeklaim Iran masih mempertahankan banyak kemampuan yang dimilikinya sejak perang dimulai.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam wawancara dengan program "60 Minutes" CBS, Netanyahu mengatakan operasi serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran "berhasil mencapai banyak hal, tetapi belum berakhir".
Ia mengatakan Iran belum menyerahkan uranium yang telah diperkaya atau membongkar fasilitas nuklirnya, juga belum menghentikan dukungannya terhadap kelompok-kelompok proksi di kawasan maupun menyetujui pembatasan terhadap program rudal balistiknya.
"Sekarang, kami telah melemahkan banyak dari itu, tetapi semuanya masih ada. Dan masih ada pekerjaan yang harus dilakukan," kata Netanyahu dalam cuplikan wawancara lengkap tersebut seperti dikutip CNN.
Saat didesak mengenai bagaimana menangani uranium Iran, Netanyahu mengatakan material itu dapat dipindahkan secara fisik dari Teheran.
"Saya tidak akan berbicara soal cara-cara militer, tetapi apa yang dikatakan Presiden Trump kepada saya adalah, 'Saya ingin masuk ke sana,' dan saya pikir itu bisa dilakukan secara fisik," ujarnya.
"Itu bukan masalahnya. Jika Anda memiliki kesepakatan, lalu masuk dan mengambilnya keluar, kenapa tidak? Itu cara terbaik," paparnya menambahkan
Netanyahu menolak memaparkan jadwal apa pun terkait pemindahan uranium yang telah diperkaya tersebut dan menyebutnya sebagai "misi yang sangat penting".
Ia bahkan mengeklaim Trump sepakat dengannya mengenai memastikan Iran tak memiliki stok uranium yang telah diperkaya dan mampu meraih tingkat tertentu untuk dipakai sebagai senjata nuklir.
Seorang pejabat Israel menuturkan Netanyahu bahkan sempat berbicara melalui telepon dengan Trump pada Minggu malam di saat Iran menyerahkan tanggapannya terhadap proposal gencatan senjata terbaru dari AS.
Video yang diunggah di media sosial memperlihatkan Netanyahu meminta izin meninggalkan sebuah pertemuan dengan para pemimpin komunitas Druze dan Circassian, dengan mengatakan bahwa ia perlu melakukan panggilan telepon dengan Trump.
(rds)
Add
as a preferred source on Google

11 hours ago
6





























:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3642128/original/083822000_1637681616-2_000_Hkg660630.jpg)





:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5502638/original/046269700_1770993794-vickery.jpg)












