Audiensi antara Majelis Ulama Indonesia (MUI) dengan Metro TV, Rabu (8/7/2026).(MI/Muhammad Ghifari A)
MAJELIS Ulama Indonesia (MUI) melakukan audiensi dengan Metro TV untuk memperkuat kerja sama penyebarluasan informasi agenda keumatan, khususnya pelaksanaan Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) ke-8 tahun 2026. Pertemuan ini menekankan pentingnya peran media dalam menyampaikan hasil forum lima tahunan tersebut kepada masyarakat luas.
Wakil Sekretaris Jenderal MUI sekaligus Sekretaris Steering Committee (SC) KUII, Rofiqul Umam Ahmad, menyatakan bahwa pemanfaatan berbagai platform media sangat krusial di tengah perubahan pola komunikasi masyarakat. Menurutnya, Metro TV dipilih karena memiliki jangkauan luas yang diharapkan mampu menjadi mitra strategis MUI.
“Kita mengetahui bahwa di zaman sekarang ini, penyampaian kegiatan-kegiatan organisasi sangat tergantung bagaimana memanfaatkan berbagai media,” ujar Rofiqul dalam audiensi yang berlangsung pada Rabu (8/7).
Rencana kerja sama ini difokuskan pada publikasi KUII ke-8 yang dijadwalkan berlangsung pada 24-26 Juli 2026 di Jakarta. MUI berharap Metro TV dapat menyiarkan rangkaian kegiatan secara komprehensif agar umat memahami proses pembahasan hingga rekomendasi yang dihasilkan.
Dalam kongres mendatang, terdapat tujuh klaster utama yang akan dibahas, meliputi:
- Agama, sosial, dan peradaban
- Perekonomian dan kesejahteraan
- Media, informasi, dan siber
- Pendidikan, sains, dan teknologi
- Politik, hukum, ketahanan, dan pertahanan nasional
- Geopolitik dan tatanan dunia baru
- Taujihat
Rofiqul menjelaskan bahwa pembahasan isu dalam klaster tersebut akan melibatkan dua unsur utama, yakni pemerintah sebagai otoritas kebijakan publik dan masyarakat madani yang terdiri dari akademisi, pakar, serta ulama sebagai perspektif pelengkap.
Melalui kolaborasi ini, MUI optimis masyarakat akan mendapatkan pemahaman yang menyeluruh mengenai isu-isu strategis yang dibahas dalam kongres. “Insya Allah umat akan memiliki pengetahuan yang komprehensif terhadap proses dan hasil dari Kongres Umat Islam,” pungkasnya. (Z-10)

















































