Tunggal putra Indonesia Muhammad Zaki Ubaidillah(ANTARA/Aditya Pradana Putra)
PEBULU tangkis tunggal putra Indonesia, Moh. Zaki Ubaidillah, mengakui mulai merasakan besarnya beban regenerasi di Pelatnas PBSI. Saat ini, sektor tunggal putra utama praktis hanya bertumpu pada tiga nama, yakni Anthony Sinisuka Ginting, Alwi Farhan, dan dirinya sendiri.
"Ya pastinya ada beban sih. Ya juga A Ginting sering ngobrol sama saya, tunggal putra tuh sering ngobrol juga bertiga. Ya gimana cara mengatasi semualah," ujar pemain yang akrab disapa Ubed tersebut saat ditemui di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta, Rabu (8/7/2026).
Perubahan Komposisi Sektor Utama
Pergeseran kekuatan di Cipayung terjadi setelah dua pilar utama, Jonatan Christie dan Chico Aura Dwi Wardoyo, memutuskan meninggalkan Pelatnas untuk berkarier secara profesional. Situasi semakin menantang setelah Yohanes Saut Marcellyno Siahaan juga mundur dari kelompok tunggal putra utama.
Kondisi ini menempatkan Anthony Ginting sebagai sosok paling senior yang membimbing para juniornya. Di sisi lain, Ginting sendiri tengah berjuang mengembalikan performa terbaiknya setelah melewati masa sulit di beberapa turnamen terakhir.
| Pilar Utama Pelatnas Saat Ini | Anthony Sinisuka Ginting, Alwi Farhan, Moh. Zaki Ubaidillah |
| Keluar (Profesional/Mundur) | Jonatan Christie, Chico Aura Dwi Wardoyo, Yohanes Saut Marcellyno |
Belajar dari Pengalaman Senior
Ubed mengungkapkan bahwa komunikasi intens dengan Ginting menjadi kunci dalam menghadapi fase transisi ini. Ginting kerap berbagi pengalaman saat ia dan Jonatan Christie berada di posisi serupa, yakni harus tumbuh mandiri tanpa banyak senior di atas mereka.
"Dan dulu A Ginting sama Ko Jo (Jonatan Christie) kan juga tidak ada senior, ya dia lebih pernah cerita itu sih," kata Ubed.
Pemain berusia 19 tahun ini menekankan bahwa mentalitas adalah faktor krusial. Menurutnya, ambisi dan semangat saja tidak cukup; pemain muda harus mampu mengelola fokus dan emosi saat berhadapan dengan pemain elite dunia.
Menatap Japan Open 2026
Ubed dijadwalkan kembali menguji kemampuannya di level elite pada ajang Japan Open 2026 yang akan berlangsung di Tokyo, 14-19 Juli mendatang. Meski masuk ke babak utama melalui daftar cadangan kedua, ia mematok target tinggi.
"Targetnya ingin masuk delapan besar (perempat final). Tapi saya harus fokus dulu di pertandingan pertama karena tidak mudah. Kalau menang, kemungkinan bisa bertemu Anders Antonsen atau Toma Junior Popov," pungkasnya. (Ant/Z-1)

















































