Misteri Terpecahkan, Mengapa Antartika Membeku 30 Juta Tahun sebelum Kutub Utara?

5 hours ago 2
Misteri Terpecahkan, Mengapa Antartika Membeku 30 Juta Tahun sebelum Kutub Utara? Antartika Membeku 30 Juta Tahun sebelum Kutub Utara.(Dok. British Antarctic Survey)

PENELITIAN terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Science berhasil mengungkap misteri mengapa benua Antartika membeku sekitar 34 juta tahun lalu, jauh lebih awal dibandingkan Kutub Utara yang baru membeku sekitar 5 juta tahun silam. Perbedaan waktu hingga 30 juta tahun ini ternyata dipicu oleh dinamika geologis dari dalam perut Bumi, bukan sekadar penurunan kadar karbon dioksida (CO2) atmosfer.

Profesor Thomas Gernon dari Universitas Southampton menjelaskan bahwa proses ini berakar dari pecahnya benua purba Gondwana pada Periode Jura. Pemisahan antara Antartika dan Afrika memicu gelombang mantel di bawah kerak Bumi yang mengikis akar benua. Fenomena ini menyebabkan pengangkatan permukaan tanah secara masif di wilayah Antartika Timur selama puluhan juta tahun.

Pengangkatan daratan tersebut menciptakan topografi ekstrem, termasuk dataran tinggi luas dan Pegunungan Gamburtsev yang kini terkubur es. Ketinggian daratan menjadi faktor krusial karena suhu udara turun drastis seiring bertambahnya elevasi. Pada 45 juta tahun lalu, Antartika Timur mencapai ambang batas ketinggian kritis yang memungkinkan salju bertahan sepanjang tahun meski suhu global masih hangat.

Selain faktor ketinggian, efek umpan balik iklim atau ice-albedo effect mempercepat proses pendinginan. Begitu gletser terbentuk di puncak gunung, permukaan es yang putih memantulkan sinar matahari kembali ke luar angkasa. Hal ini mendinginkan wilayah sekitarnya secara progresif dan memungkinkan lapisan es meluas ke seluruh benua.

Temuan ini menegaskan bahwa interior Bumi memiliki peran vital dalam menentukan sejarah iklim planet. Namun, para peneliti memberikan peringatan keras: lapisan es mencair jauh lebih cepat daripada proses pembentukannya yang memakan waktu geologis jutaan tahun. Jika runtuh akibat pemanasan global saat ini, es tersebut tidak akan bisa terbentuk kembali dalam waktu singkat.

Penurunan CO2 memang penting bagi pendinginan global, namun tanpa pengangkatan daratan akibat aktivitas mantel Bumi, Antartika mungkin tidak akan membeku jauh lebih awal daripada wilayah kutub lainnya. (SciTechDaily/Gizmodo/Z-10)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |