Menteri Kesehatan: Indonesia Kekurangan 93 Ribu Dokter Umum

6 hours ago 1

MENTERI Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan Indonesia masih kekurangan sebanyak 93.200 dokter umum untuk mencukupi kebutuhan nasional tenaga kesehatan tersebut dalam beberapa tahun mendatang. Angka kekurangan itu ditemukan setelah pemerintah memetakan kebutuhan nasional tenaga medis dan tenaga kesehatan hingga sepuluh tahun ke depan untuk setiap kabupaten dan kota.

“Jadi, kalau kita dibilang sudah cukup, masalahnya di distribusi, data yang kita miliki tidak demikian," kata Budi dalam rapat kerja Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat di Jakarta, pada Senin, 8 Juni 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Budi membeberkan, kebutuhan dokter umum diperkirakan mencapai 255.420 orang pada 2032. Sedangkan suplai dokter umum hanya 162.220 orang di tahun yang sama.

Dengan demikian, kata dia, akan terjadi kekurangan dokter umum mencapai 93.200 orang, terutama jika tidak ada percepatan pemenuhan kebutuhan tersebut. “Lulusan per tahun kita baru sekitar 12.000, atau mungkin 13.000–14.000 orang untuk mengejar gap ini,” tutur Budi.

Ia mengatakan, perhitungan itu didasarkan pada kapasitas suplai tenaga medis, atrisi atau perhitungan jumlah pensiun dan kematian dokter, pergerakan antarwilayah, dan jumlah lulusan baru setiap tahun. 

Kementerian Kesehatan juga menghitung kebutuhan dokter berdasarkan data pelayanan kesehatan, antrean pasien, jam kerja tenaga medis, fasilitas kesehatan yang tersedia, serta proyeksi perubahan demografi dan epidemiologi masyarakat.

Budi menambahkan, dalam pedoman kebutuhan nasional tenaga medis dan tenaga kesehatan yang disusun oleh Kementerian Kesehatan, pemerintah juga menghitung perubahan struktur penduduk yang akan mempengaruhi kebutuhan tenaga kesehatan di masa mendatang. 

Dari pengamatan itu, sejumlah daerah disebut memiliki populasi lanjut usia yang lebih besar dibandingkan jumlah bayi lima tahun atau balita. Kondisi itu membuat kebutuhan terhadap dokter spesialis penyakit dalam meningkat lebih cepat dibandingkan dokter anak maupun dokter kandungan. 

Di samping perubahan demografi, pemerintah juga mencatat peningkatan kasus penyakit degeneratif seperti alzheimer, parkinson, dan demensia yang membutuhkan kompetensi dokter spesialis berbeda dibandingkan sebelumnya.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |