Menko AHY Ajak Rusia Bangun 3 Proyek Prioritas Infrastruktur

4 days ago 6

MENTERI Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mendorong kolaborasi Indonesia dan Rusia dalam pembangunan infrastruktur prioritas. Ia menilai ketahanan saat ini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sesuatu yang harus dirancang melalui pembangunan infrastruktur yang kuat, keamanan energi, ketahanan pangan dan air, serta kemitraan internasional yang dapat dipercaya.

“Sebagaimana disampaikan Presiden Prabowo Subianto, Indonesia memilih untuk membangun persahabatan dengan semua bangsa. Kita percaya pada dialog di atas konfrontasi, kerja sama di atas persaingan, serta kemitraan yang saling menguntungkan bagi semua pihak,” kata AHY, seperti dikutip dari Antara, Jumat, 5 Juni 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Indonesia mengajak Rusia dan negara-negara Eurasia untuk memperkuat kerja sama dalam pembangunan infrastruktur berketahanan iklim (climate-resilient infrastructure). Kerja sama itu meliputi pengembangan teknologi pesisir, sistem peringatan dini bencana, energi berkelanjutan, serta proyek Giant Sea Wall. Proyek tersebut menjadi salah satu agenda strategis nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo.

Ajakan tersebut disampaikan Menteri Agus Harimurti saat berbicara dalam sesi EAEU–ASEAN di St. Petersburg International Economic Forum (SPIEF) 2026 di St. Petersburg, Rusia. AHY menjelaskan dunia saat ini menghadapi berbagai tantangan yang saling berkaitan, mulai dari perubahan iklim, ketidakpastian ekonomi global, gangguan rantai pasok, hingga dinamika geopolitik yang semakin kompleks.

Dalam situasi tersebut, negara-negara yang mampu membangun konektivitas sekaligus menumbuhkan kepercayaan akan memegang peran yang semakin penting. “Indonesia ingin memainkan peran tersebut, menjadi jembatan, penyeimbang, sekaligus mitra yang konstruktif dalam memperkuat stabilitas dan pertumbuhan bersama,” kata Ketua Umum Partai Demokrat ini.

AHY memaparkan tiga prioritas utama agenda infrastruktur Indonesia. Pertama, dekarbonisasi sektor transportasi sebagai bagian dari upaya mencapai target Net Zero Emissions.

Kedua, penguatan konektivitas strategis melalui integrasi pelabuhan, sistem logistik, dan jaringan perkeretaapian nasional. Ketiga, pembangunan infrastruktur yang tangguh terhadap perubahan iklim, termasuk perlindungan kawasan pesisir melalui proyek Giant Sea Wall atau tanggul laut raksasa.

Ia pun mengajak negara-negara ASEAN dan Eurasia untuk memperkuat semangat kolaborasi dan kemitraan jangka panjang dalam menghadapi tantangan global. “Mari menjadi generasi yang memilih kerja sama di atas fragmentasi, ketangguhan di atas kerentanan, serta kemitraan jangka panjang di atas keuntungan jangka pendek. Mari kita bangun bukan hanya ekonomi yang lebih kuat, melainkan juga kepercayaan yang lebih kokoh di antara bangsa-bangsa,” katanya.

Melalui kerja sama yang lebih erat antara Indonesia dan Rusia, pemerintah berharap dapat mempercepat pembangunan infrastruktur yang lebih tangguh, berkelanjutan, dan mampu melindungi masyarakat dari dampak perubahan iklim.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |