Megawati: Wafatnya Ayatullah Khamenei Kehilangan Besar Bagi Dunia

2 weeks ago 20
 Wafatnya Ayatullah Khamenei Kehilangan Besar Bagi Dunia Ayatullah Khamenei(Xinhua)

Presiden ke-5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri, menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei. Megawati menegaskan bahwa kepergian Khamenei merupakan kehilangan besar, tidak hanya bagi rakyat Iran, tetapi juga bagi masyarakat dunia yang menjunjung tinggi nilai keadilan, kedaulatan, dan kemanusiaan.

“Hari ini, dengan hati penuh duka cita mendalam dan dengan rasa hormat, saya Megawati Soekarnoputri, Presiden ke-5 Republik Indonesia dan Ketua Umum PDI Perjuangan, sekaligus sebagai putri Bung Karno, menyampaikan pesan ini sebagai seorang sahabat terhadap rakyat Iran,” ujar Megawati dalam pernyataan tertulis yang diterima Media Indonesia, Rabu (8/7).

Sosok Patriot dan Gema Perjuangan Bung Karno

Bagi Megawati, Ayatullah Ali Khamenei bukan sekadar pemimpin politik atau tokoh agama. Ia memandang Khamenei sebagai sosok patriot sejati yang konsisten memperjuangkan kedaulatan bangsanya tanpa kenal menyerah. Megawati bahkan melihat adanya kesamaan visi antara Khamenei dengan ayahandanya, Proklamator RI Bung Karno.

“Dalam diri beliau, saya melihat gema perjuangan yang pernah dirintis oleh ayahanda saya, Bung Karno,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa sejak usia muda, Khamenei telah mengenal dan mengagumi pemikiran Bung Karno, yang kemudian tercermin dalam upayanya membangun Iran sebagai negara merdeka yang memadukan nilai agama, kebangsaan, dan keadilan sosial.

Kenangan Pertemuan di Teheran 2004

Megawati mengenang kembali momen pertemuannya dengan Khamenei saat melakukan kunjungan kenegaraan ke Teheran pada tahun 2004. Saat itu, ia merasakan kharisma yang kuat sekaligus keteduhan hati dari sang pemimpin Iran.

“Beliau adalah seorang ulama yang lembut namun teguh memegang prinsip, sekaligus seorang negarawan yang peka terhadap derita bangsanya,” kenang Megawati.

Lebih lanjut, Megawati mengungkapkan bahwa Khamenei menaruh perhatian besar terhadap Pancasila dan semangat Konferensi Asia-Afrika (KAA) di Bandung. Hal tersebut dijadikan salah satu referensi penting dalam merumuskan visi Iran yang bermartabat.

“Bagi saya, ini bukanlah pujian diplomatik. Itu adalah pengakuan bahwa ada jembatan batin yang mendalam antara kedua bangsa,” tuturnya.

Penjaga Api Perjuangan Dunia Ketiga

Megawati menilai Indonesia dan Iran memiliki ikatan historis yang kuat sebagai sesama bangsa yang pernah menghadapi kolonialisme dan intervensi asing. Oleh karena itu, ia merasa kehilangan sosok yang selama ini dianggap sebagai penjaga semangat perjuangan negara-negara dunia ketiga.

Di akhir pernyataannya, Megawati menekankan pentingnya penyelesaian konflik global melalui jalur damai dan dialog yang adil, sesuai dengan prinsip hukum internasional dan kemanusiaan, bukan melalui kekerasan atau agresi bersenjata.

“Selamat jalan Yang Mulia Ayatollah Ali Khamenei. Kami melepas kepergian-Mu dengan doa, rasa hormat, dan persaudaraan yang tak akan lekang oleh waktu,” pungkas Megawati sembari mendoakan agar rakyat Iran diberikan kekuatan dalam masa berkabung ini. (E-3)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |