Megawati Soroti Eksploitasi Tambang dan Hutan: Jangan Hanya Menguntungkan Segelintir Orang

4 hours ago 3

INFO TEMPO - Presiden ke-5 Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menyoroti pengelolaan sumber daya alam yang dinilainya belum sepenuhnya diarahkan untuk kepentingan masyarakat. Ia mengingatkan eksploitasi tambang dan hutan yang tidak terkendali dapat berdampak pada kehidupan generasi mendatang.

Megawati menyampaikan hal tersebut dalam amanat upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Senin, 17 Agustus 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

“Sekarang ini orang kan mulai nggaruk-nggaruk tambang terus, tapi bukan buat pemerintah, bukan buat rakyat, tapi buat dirinya sendiri, keuntungan bagi dirinya sendiri. Lah, gimana nanti anak cucu kita? Miskinlah,” ujarnya.

Menurut Megawati, kekayaan mineral dan hutan Indonesia, baik di darat maupun di laut, merupakan sumber daya yang semestinya dikelola untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia mengatakan pengelolaan sumber daya alam perlu dilakukan dengan perencanaan yang matang agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Megawati kemudian mengaitkan gagasan tersebut dengan Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana (PPNSB) Abad ke-21. Menurut dia, konsep pembangunan tersebut merupakan pengembangan dari gagasan pembangunan yang pernah dirumuskan pada masa pemerintahan Presiden Sukarno.

“Mineral dan hutan-hutan kita, Indonesia bisa makmur sebenarnya. Inilah yang harus kita capai melalui Pola Pembangunan Semesta dan Berencana Abad ke-21,” katanya.

Megawati mengatakan rancangan pembangunan tersebut pada masa Sukarno disusun dengan melibatkan ratusan doktor dan ahli. Namun, menurut dia, konsep tersebut tidak lagi digunakan setelah pemerintahan berganti. Konsep program ini sebenarnya sudah disiapkan oleh 600 doktor. Namun program tersebut akhirnya tidak digunakan.

Ia mengatakan akan mendorong kembali pembahasan mengenai konsep pembangunan tersebut di lingkup internal PDIP.

Dalam pidatonya, Megawati juga mengaitkan pengelolaan kekayaan alam dengan tanggung jawab antargenerasi. Menurut dia, kemerdekaan tidak hanya dimaknai sebagai perayaan tahunan, tapi juga sebagai upaya meneruskan cita-cita para pendiri bangsa.

Megawati mengajak masyarakat mengenalkan sejarah perjuangan kepada anak-anak, salah satunya  mengunjungi taman makam pahlawan. Ia mengatakan keberadaan makam tanpa nama dapat menjadi pengingat mengenai pengorbanan orang-orang yang berjuang sebelum Indonesia berdiri.

“Coba kamu datang ke taman pahlawan, tolong berikan bunga dan doa. Bawa anak-anakmu dan tunjukkan nisan-nisan yang tidak bernama. Mereka jiwa raga diserahkan kepada yang namanya belum ada Indonesia. Itulah namanya jiwa perjuangan,” kata Megawati.

Ia kembali mengingatkan pentingnya kemandirian Indonesia dalam mengelola kekayaan alam. Menurut Megawati, Indonesia harus mampu berdiri di atas kaki sendiri dan memastikan sumber daya alam tidak hanya memberikan keuntungan bagi sebagian pihak, tapi juga untuk masyarakat dan generasi berikutnya.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |