Bek timnas Swis Manuel Akanji(AFP/EMILEE CHINN / GETTY IMAGES NORTH AMERICA )
BEK andalan timnas Swis, Manuel Akanji, menegaskan bahwa timnya siap menghadapi tantangan terbesar saat bertemu juara bertahan timnas Argentina di babak perempat final Piala Dunia 2026. Kesiapan ini disampaikan Akanji setelah Swis melewati laga dramatis melawan timnas Kolombia di babak 16 besar.
Swis memastikan tiket ke delapan besar melalui drama adu penalti setelah bermain imbang tanpa gol selama 120 menit melawan Kolombia. Meski keluar sebagai pemenang, Akanji sempat berada di bawah tekanan besar setelah gagal mengeksekusi penalti bagi La Nati.
Evaluasi Kegagalan Penalti
Pemain yang merumput bersama Inter Milan tersebut mengakui bahwa kegagalannya mengeksekusi penalti disebabkan oleh keraguan di detik-detik terakhir. Ia mengungkapkan telah merencanakan arah bola, namun mengubahnya sesaat sebelum menendang.
“Saya mengubah keputusan di detik terakhir. Saya sebenarnya ingin menendang ke kiri atas. Saya sudah membayangkan bola itu masuk beberapa kali, tetapi seperti yang Anda tahu, hal seperti itu tidak berjalan dengan baik,” ujar Akanji seusai pertandingan.
Meski sempat merasa terpuruk, Akanji memberikan apresiasi tinggi kepada rekan setimnya yang tetap tenang dan berhasil menuntaskan tugas dari titik putih. Menurutnya, keberhasilan Swiss lolos tidak lepas dari kekuatan mental yang telah dipersiapkan matang melalui analisis video dan latihan rutin.
Menghadapi Tekanan Atmosfer Stadion
Kemenangan atas Kolombia dirasa semakin spesial mengingat atmosfer stadion yang didominasi oleh pendukung lawan. Akanji menilai bermain selama 120 menit di bawah tekanan suporter lawan memberikan ujian fisik dan mental yang luar biasa bagi skuad asuhan Murat Yakin.
“Banyak suporter Kolombia berada di stadion. Itu bukan situasi yang mudah. Berbeda rasanya ketika Anda berdiri di titik penalti setelah bermain selama 120 menit,” tuturnya.
Namun, pengalaman bermain di stadion yang sama pada laga sebelumnya di Piala Dunia 2026 membantu Swis beradaptasi dengan cepat terhadap suasana yang menyerupai laga tandang tersebut.
Tantangan Besar Melawan Argentina
Kini, fokus Swis sepenuhnya beralih ke babak perempat final untuk menghadapi Argentina. Akanji menyadari bahwa melawan Lionel Messi dan kawan-kawan merupakan ujian level tertinggi bagi tim mana pun di dunia.
“Bermain melawan juara bertahan Argentina, saya pikir tidak ada tantangan yang lebih besar. Setiap babak berikutnya semakin sulit, tetapi saya pikir kami siap menghadapi tantangan itu,” tegas Akanji.
Walaupun Argentina datang dengan status unggulan dan pengalaman internasional yang mumpuni, Swis tetap percaya diri. Akanji meyakini kolektivitas timnya mampu menyulitkan siapa pun di turnamen ini. Keberhasilan menembus delapan besar menjadi momentum bagi Swiss untuk mencatatkan sejarah lebih jauh dan membuktikan kapasitas mereka di panggung dunia. (Ant/Z-1)

















































