Longsor Siklon Senyar Pangkas 7 Persen Orang Utan Tapanuli

3 hours ago 1

SEKITAR tujuh persen populasi orang utan Tapanuli yang berstatus kritis terancam punah (critically endangered) diduga lenyap akibat satu peristiwa cuaca ekstrem. Temuan ini merupakan fokus utama studi yang dipublikasikan di jurnal Current Biology, yang menganalisis dampak Siklon Senyar terhadap orang utan Tapanuli di Indonesia.

Berdasarkan keterangan resmi Borneo Futures dan World Weather Attribution, para peneliti menemukan curah hujan ekstrem dari Siklon Senyar pada November 2025 memicu longsor di blok barat ekosistem Batang Toru, wilayah yang menjadi habitat populasi orang utan Tapanuli terbesar yang tersisa. Tim ilmuwan menganalisis jejak longsoran yang terekam melalui citra satelit dan menggabungkannya dengan estimasi kepadatan orangutan di kawasan tersebut.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Hasil analisis menunjukkan sekitar 58 individu orang utan Tapanuli diperkirakan tewas akibat longsor. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 11 persen populasi orang utan Tapanuli yang hidup di Blok Barat Batang Toru, atau sekitar 7 persen dari jumlah yang masih bertahan di alam liar.

Kepala Ilmuwan Borneo Futures, Erik Meijaard, mengatakan kehilangan populasi dalam jumlah tersebut sangat signifikan bagi spesies yang jumlahnya sudah sangat sedikit. “Jika digabungkan dengan tekanan yang sudah berlangsung, seperti degradasi habitat dan konflik manusia-satwa liar. Kondisi ini semakin menegaskan urgensi penerapan rencana aksi konservasi yang terkoordinasi dan didukung sumber daya yang memadai,” kata Erik dalam keterangan tertulis, Rabu, 10 Juni 2026.

Penelitian itu juga menemukan sekitar 8.300 hektare hutan atau 11,7 persen tutupan hutan di Blok Barat Batang Toru terdampak longsor yang dipicu hujan ekstrem. Profesor ilmu iklim Imperial College London, Friederike Otto, menyinggung keterkaitan erat antara perubahan iklim dan hilangnya keanekaragaman hayati.

“Dengan meningkatkan intensitas hujan pada Siklon Senyar hingga 50 persen, perubahan iklim yang dipicu manusia mengubah badai tropis yang parah menjadi pemicu bencana longsor yang menghancurkan,” kata Otto.

Untuk mengetahui pengaruh perubahan iklim terhadap peristiwa tersebut, para peneliti menggunakan metode atribusi iklim (climate attribution). Hasil analisis menunjukkan perubahan iklim akibat aktivitas manusia meningkatkan intensitas hujan selama Siklon Senyar sebesar 9 hingga 50 persen.

Pascabanjir bandang yang menghancurkan permukiman di Desa Tanjung Karang, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, 12 Desember 2025. Siklon Tropis Senyar yang terbentuk di Selat Malaka pada akhir November 2025 memicu anomali cuaca ekstrem di wilayah Sumatera. Fenomena ini memicu banjir bandang dan tanah longsor yang parah. Hingga awal Desember 2025, BNPB mencatat ratusan korban jiwa dan hampir satu juta warga terpaksa mengungsi di seluruh wilayah terdampak. Tempo/Ilham Balindra

Profesor Departemen Biologi Universitas Indonesia Jatna Supriatna menyebut hilangnya puluhan orangutan Tapanuli akibat satu peristiwa longsor sebagai pukulan besar bagi spesies kera besar paling langka di dunia.

“Untuk mencegah kepunahan pertama spesies kera besar pada era modern, Indonesia harus memberikan perlindungan permanen bagi Ekosistem Batang Toru,” ujarnya. Dia menambahkan, upaya konservasi memerlukan dukungan internasional melalui pendanaan pemulihan keanekaragaman hayati yang lebih cepat dan memadai.

Senada, primatolog Liverpool John Moores University Serge Wich mengatakan peristiwa cuaca ekstrem dapat berdampak besar terhadap populasi satwa yang jumlahnya kecil dan terfragmentasi. “Sangat tragis kehilangan begitu banyak kera dengan cara seperti ini. Ini sangat mengkhawatirkan bagi masa depan spesies ini,” tutur Moores.

Adapun peneliti longsor Nottingham Trent University Dave Petley menyatakan aliran material longsor terhubung langsung dengan sistem aliran sungai. Longsor itu berlangsung cepat dan sangat merusak. “Mereka yang berada di jalur longsoran hampir tidak memiliki waktu peringatan ataupun kesempatan untuk menyelamatkan diri,” ucap dia.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |