Lima Poin Penting KTT NATO di Ankara: Trump, Ukraina, dan Anggaran Pertahanan

2 weeks ago 21
 Trump, Ukraina, dan Anggaran Pertahanan Donald Trump dan Recep Tayyip Erdogan.(Al Jazeera)

PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump dan para pemimpin dari 32 negara anggota NATO bertemu di Ankara, Turki, pekan ini untuk menunjukkan persatuan di tengah perbedaan pandangan yang mendalam. Meski Trump sempat melontarkan kritik tajam terhadap anggota NATO di Eropa terkait kontribusi dalam konflik dengan Iran dan belanja pertahanan, pertemuan tersebut berakhir dengan nada positif.

Trump menyatakan bahwa pertemuan tersebut adalah KTT NATO yang sangat sukses dan menyebut ada kehangatan di antara para pemimpin negara. Berikut lima poin penting dari pertemuan dua hari tersebut.

1. NATO Bertahan di Tengah Ketidakpastian

Kekhawatiran bahwa NATO akan runtuh setelah lebih dari 75 tahun sempat mencuat akibat komentar ancaman Trump sejak kembali menjabat. Namun, pesan yang keluar dari Ankara menegaskan bahwa aliansi ini tetap solid.

Para anggota menyatakan kesiapan mereka untuk menggelontorkan miliaran dolar guna memperkuat pertahanan kolektif, terutama untuk meyakinkan Rusia bahwa serangan terhadap aliansi merupakan ide yang buruk.

2. Ukraina kembali Mendapat Dukungan Gedung Putih

Hubungan antara Washington dan Kyiv yang sempat mendingin kini kembali menghangat. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mendapatkan perhatian khusus melalui pertemuan bilateral dengan Trump.

Keberhasilan Ukraina di medan perang dan keahlian mereka dalam menangkal serangan drone membuahkan rasa hormat dan kontrak baru. Deklarasi resmi KTT menegaskan bahwa anggota NATO berdiri bersatu dalam dukungan yang tidak tergoyahkan untuk Ukraina.

3. Peningkatan Belanja Pertahanan Eropa

Negara-negara Eropa dan Kanada mulai mengejar ketertinggalan belanja militer dari AS. Menurut data NATO, pengeluaran pertahanan Eropa naik hampir 20% tahun lalu dibandingkan tahun 2024.

Puluhan miliar dolar dalam bentuk pesanan dan kesepakatan pertahanan diumumkan di KTT ini sebagai bukti bahwa sekutu AS mulai mengambil tanggung jawab lebih besar.

4. Lambatnya Produksi Senjata

Meskipun komitmen anggaran meningkat, Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte mengakui bahwa mengubah uang menjadi kekuatan militer nyata membutuhkan waktu. Produksi pesawat, kapal perang, dan perangkat elektronik canggih masih berjalan lambat.

Dibutuhkan waktu beberapa tahun agar fasilitas produksi dapat beroperasi secara maksimal untuk menutupi kesenjangan kapabilitas militer saat ini.

5. Diplomasi Sanjungan terhadap Trump

Strategi diplomasi para pemimpin Eropa, termasuk Mark Rutte, yang sering memberikan pujian publik kepada Trump tampaknya membuahkan hasil. Trump merasa dihargai oleh para pemimpin NATO lain.

"Mereka menyukai pekerjaan yang saya lakukan," ujar Trump setelah KTT. Ia mengeklaim bahwa para pemimpin negara lain menyatakan dukungan penuh kepadanya secara personal. (Wall Street Journal/I-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |