Ledakan Guncang Tel Aviv Setelah Serangan Rudal Iran

1 day ago 5

Sejumlah dentuman terdengar di Tel Aviv setelah militer Zionis Israel mendeteksi serangan rudal terbaru dari Iran, menurut laporan koresponden RIA Novosti pada Senin 8 Juni 2026 seperti dilansir Antara.

Sebelum itu, sirene serangan udara berbunyi di Tel Aviv serta Israel tengah menyusul laporan serangan rudal dari Iran. Ledakan yang terjadi dilaporkan terkait dengan aktivitas sistem pertahanan udara yang dimiliki Israel.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Masih belum ada laporan kerusakan ataupun korban jiwa akibat serangan rudal tersebut.

Adapun beberapa jam sebelumnya, sirene serangan udara berbunyi di Haifa dan Israel utara. Pasukan Zionis Israel mengatakan telah mendeteksi sebuah rudal yang diluncurkan dari Iran, dan sistem pertahanan udara diaktifkan untuk melumpuhkan rudal tersebut.

Pada 7 Juni, Iran meluncurkan sejumlah rudal ke Israel utara. Serangan tersebut dilangsungkan beberapa jam setelah pernyataan dari Teheran bahwa Iran akan membalas serangan Zionis baru-baru ini ke Beirut, ibu kota Lebanon.

Kemudian, militer Zionis mengatakan telah melakukan serangan terhadap sasaran militer di Iran tengah dan barat. Sebagai balasannya, Iran melancarkan serangan ke wilayah Israel.

Kedubes Iran untuk Indonesia sebelumnya mengatakan Angkatan Bersenjata Iran telah meluncurkan serangan kepada rezim Zionis di wilayah utara Palestina pada Ahad malam. Ini menyusul pelanggaran berulang terhadap gencatan senjata pada 8 April serta berlanjutnya tindakan agresi Israel kepada Libanon dan Iran.

Tindakan itu juga sebagai respons atas kerja sama Israel dengan militer Amerika Serikat dalam serangan selama dua pekan terakhir. Serangan ini terhadap sejumlah kapal dan berbagai sasaran di wilayah selatan Iran yang dinilai sebagai perompakan maritim terhadap bangsa Iran.

"Angkatan Bersenjata Iran pada Ahad malam, 7 Juni 2026, dalam pelaksanaan hak inheren untuk membela diri sebagaimana diatur dalam Pasal 51 Piagam PBB, telah menyerang sejumlah sasaran militer di wilayah utara Palestina yang dijajah," tambah pernyataan tersebut.

Iran menegaskan tekad kuat negerinya untuk mempertahankan keamanan dan kepentingan nasional secara tegas di mana dan kapan pun diperlukan, serta mengingatkan gencatan senjata di Lebanon merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kesepakatan gencatan senjata 8 April 2026.

Oleh karena itu, Iran menuding pemerintah AS memikul tanggung jawab langsung atas berbagai pelanggaran gencatan senjata yang dilakukan rezim Zionis beserta segala konsekuensi yang timbul, termasuk setiap eskalasi ketegangan di kawasan.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |