Lampu check engine kendaraan menyala? Ini penyebab dan solusinya

5 hours ago 3

Jakarta (ANTARA) - Lampu indikator mesin atau check engine pada mobil yang tiba-tiba menyala di panel instrumen sering membuat pengendara langsung khawatir. Ikon berbentuk mesin berwarna kuning atau oranye tersebut memang menandakan adanya sesuatu yang perlu diperhatikan, tetapi bukan berarti kendaraan selalu mengalami kerusakan parah.

Lampu check engine merupakan bagian dari sistem diagnosis kendaraan. Pada mobil modern, komputer kendaraan memantau berbagai sistem mesin dan emisi. Ketika mendeteksi adanya gangguan, indikator tersebut dapat menyala sebagai peringatan. Penyebabnya pun beragam, mulai dari hal sederhana hingga masalah yang membutuhkan pemeriksaan mekanik.

Lantas, apakah ketika lampu indikator mesin menyala kendaraan harus langsung dibawa ke bengkel? Jawabannya bergantung pada kondisi lampu dan gejala lain yang muncul.

1. Lampu menyala lalu mati setelah mesin hidup

Ketika kunci kontak diputar ke posisi "ON" atau sistem kendaraan diaktifkan, beberapa lampu indikator memang akan menyala untuk melakukan pemeriksaan sistem. Setelah mesin hidup dan sistem bekerja normal, indikator tersebut biasanya mati.

Kondisi seperti ini merupakan bagian dari proses pemeriksaan normal kendaraan. Toyota juga menjelaskan bahwa lampu malfunction indicator yang menyala ketika sistem diaktifkan lalu mati setelah mesin hidup menunjukkan sistem lampu peringatan bekerja sebagaimana mestinya.

Jadi, tidak perlu panik jika lampu hanya menyala sesaat kemudian mati.

Baca juga: 7 Cara agar kendaraan Anda irit bahan bakar

2. Lampu menyala terus tetapi kendaraan masih terasa normal

Situasinya berbeda jika lampu check engine tetap menyala setelah mesin hidup atau kembali menyala ketika kendaraan sedang digunakan.

Kondisi tersebut menunjukkan sistem kendaraan mendeteksi adanya gangguan yang perlu diperiksa. Penyebabnya bisa berkaitan dengan sistem mesin, kontrol emisi, sistem throttle, transmisi elektronik, atau sistem lain yang dipantau komputer kendaraan.

Jika kendaraan masih terasa normal, pengendara tidak selalu harus langsung berhenti di tempat. Namun, sebaiknya jangan mengabaikan indikator tersebut. Buat jadwal pemeriksaan ke bengkel agar penyebabnya dapat diketahui melalui pemeriksaan kendaraan atau alat diagnostik.

3. Bisa disebabkan tutup tangki bahan bakar yang kurang rapat

Jangan buru-buru membayangkan kerusakan mesin ketika check engine menyala. Pada beberapa kendaraan, tutup tangki bahan bakar yang kurang rapat juga dapat memicu indikator tersebut.

Toyota mencantumkan tutup tangki bahan bakar yang longgar sebagai salah satu hal yang perlu diperiksa ketika malfunction indicator lamp menyala. Setelah tutup dikencangkan dengan benar, indikator pada kondisi tertentu dapat mati setelah kendaraan digunakan dalam beberapa perjalanan.

Karena itu, jika lampu baru menyala setelah mengisi bahan bakar, pastikan tutup tangki sudah terpasang dan tertutup dengan benar.

Baca juga: Geely tarik kembali 74 ribu lebih mobil Lynk & Co karena masalah LiDAR

4. Busi bermasalah juga bisa menjadi penyebab

Busi yang aus atau mengalami gangguan dapat menyebabkan masalah pada proses pembakaran mesin. Salah satu tanda yang mungkin muncul adalah lampu check engine menyala, terutama ketika terjadi misfire atau pembakaran tidak berlangsung sebagaimana mestinya.

Toyota menyebut busi yang bermasalah dapat memicu lampu check engine, disertai gejala seperti mesin sulit dihidupkan atau kendaraan mengalami masalah performa.

Jika indikator disertai mesin bergetar, tenaga berkurang atau kendaraan terasa tidak bekerja seperti biasanya, pemeriksaan sebaiknya tidak ditunda.

5. Jangan abaikan jika lampu berkedip

Lampu check engine yang berkedip perlu mendapat perhatian lebih serius dibandingkan indikator yang hanya menyala terus.

Jika lampu berkedip dan kendaraan juga mengalami gejala seperti mesin bergetar hebat, kehilangan tenaga atau berjalan tidak normal, sebaiknya jangan memaksakan kendaraan untuk terus digunakan. Cari tempat yang aman untuk berhenti dan minta bantuan mekanik atau layanan bantuan kendaraan.

Pasalnya, masalah pada sistem pembakaran yang cukup berat dapat berpotensi menyebabkan kerusakan pada komponen lain. Toyota juga mengingatkan bahwa gangguan seperti misfire dapat berkaitan dengan risiko kerusakan komponen sistem emisi.

6. Perhatikan indikator lain yang ikut menyala

Hal lain yang tidak kalah penting adalah melihat apakah ada lampu peringatan lain yang ikut menyala.

Jika check engine muncul bersamaan dengan indikator merah yang berkaitan dengan tekanan oli, suhu mesin atau sistem penting lainnya, situasinya tidak boleh dianggap sepele. Toyota menjelaskan bahwa indikator merah umumnya menunjukkan kondisi yang membutuhkan perhatian segera, termasuk peringatan tekanan oli mesin atau suhu cairan pendingin yang terlalu tinggi.

Dalam kondisi tersebut, lebih aman menepi di lokasi yang aman dan mengikuti petunjuk pada buku manual kendaraan.

Baca juga: Rem kendaraan bunyi berdecit? Ini penyebab dan cara mengatasinya

7. Sebaiknya jangan langsung menghapus indikator tanpa mencari penyebabnya

Ketika lampu indikator menyala, sebagian pemilik kendaraan mungkin tergoda untuk sekadar menghapus kode kesalahan agar lampu kembali mati.

Padahal, yang lebih penting adalah mencari tahu mengapa indikator tersebut muncul. Lampu check engine merupakan peringatan bahwa sistem kendaraan mendeteksi sesuatu yang perlu diperiksa.

Pemeriksaan menggunakan alat diagnostik dapat membantu teknisi membaca kode kesalahan dan mempersempit sumber masalah. Setelah penyebabnya diketahui dan diperbaiki, indikator dapat ditangani sesuai prosedur kendaraan.

Jadi, haruskah langsung ke bengkel?

Tidak semua lampu check engine berarti kendaraan harus langsung berhenti dan diderek. Jika indikator hanya menyala ketika kontak diaktifkan lalu mati setelah mesin hidup, kondisi tersebut normal.

Namun, jika indikator tetap menyala ketika mesin sudah hidup, sebaiknya kendaraan diperiksa dalam waktu dekat, terutama jika lampu disertai perubahan performa. Jangan menunggu sampai kendaraan benar-benar mogok.

Sementara itu, jika lampu berkedip atau disertai gejala serius seperti mesin bergetar, kehilangan tenaga, suhu mesin meningkat atau indikator peringatan penting lainnya ikut menyala, utamakan keselamatan dengan menepi di tempat aman dan segera mencari bantuan.

Pada akhirnya, lampu indikator mesin sebaiknya tidak dianggap sebagai sekadar "lampu biasa". Memahami kondisi kapan kendaraan masih bisa dibawa ke bengkel dan kapan harus segera berhenti dapat membantu mencegah masalah yang lebih besar.

Baca juga: Mobil entry level Lincoln dan Cadillac masih cukup mahal

Baca juga: Baterai Nusantara dorong kemandirian ekosistem baterai di ASEAN

Pewarta:
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2026

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |