PASANGAN ganda putra Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri tersingkir pada babak pertama Indonesia Open 2026 setelah kalah dari pasangan Cina, Chen Bo Yang/Liu Yi di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Rabu, 4 Juni 2026. Unggulan ketiga tuan rumah itu takluk dalam dua gim langsung dengan skor 13-21, 14-21.
Fajar mengakui dirinya dan Fikri kesulitan menghadapi permainan lawan yang tampil solid, terutama dalam bertahan. "Mohon maaf kami belum bisa maju ke ronde selanjutnya. Tadi lawan bermain sangat siap dan sangat baik. Mereka bermain defense balik menyerang, pertahanannya sangat rapat," kata Fajar seusai pertandingan.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Menurut dia, setelah kehilangan gim pertama, ia dan Fikri berusaha mengubah pola permainan. Namun upaya tersebut tidak berjalan efektif karena Chen/Liu mampu menjaga konsistensi permainan dan terus menekan mereka. "Cuma di saat kami sedang berusaha, mereka bermain sangat solid, sangat kuat sekali pertahanannya," ujar Fajar.
Ia menilai kesulitan menembus pertahanan lawan membuat dirinya dan Fikri bermain terlalu terburu-buru. Akibatnya, mereka banyak melakukan kesalahan sendiri dan gagal mengendalikan jalannya pertandingan.
"Harusnya kami lebih sabar mengolah bola karena serangan tidak menembus pertahanan mereka. Tetapi kami malah ingin cepat-cepat mematikan dan itu menjadi bumerang," kata dia.
Fajar bahkan menyebut penampilannya bersama Fikri pada laga tersebut sebagai yang terburuk sejak mereka dipasangkan. "Menurut saya ini permainan paling buruk saya sama Fikri selama berpasangan. Kami tidak pernah bisa bermain keluar dari tekanan lawan," ujarnya.
Kekalahan itu sekaligus membuat rekor pertemuan kedua pasangan menjadi imbang 1-1. Pada pertemuan sebelumnya di babak 16 besar Kejuaraan Asia 2026 di Ningbo, Cina, Fajar/Fikri menang 21-17, 25-23 atas Chen/Liu.
Sementara itu, Liu Yi mengatakan kunci kemenangan mereka adalah mampu bermain lebih stabil dibandingkan lawan. Selain itu, pasangan Cina tersebut berhasil meminimalkan kesalahan sendiri sepanjang pertandingan. "Mungkin kami bermain lebih stabil di lapangan dibanding mereka dan kesalahan sendiri juga lebih sedikit," kata Liu.
Chen/Liu juga mengaku menghadapi tekanan tersendiri karena harus melawan wakil tuan rumah di hadapan ribuan pendukung Indonesia yang memadati Istora. Liu mengaku sempat merasakan tekanan karena atmosfer pertandingan yang begitu ramai. Namun rekan setimnya, Chen Bo Yang, justru mencoba menikmati situasi tersebut. "Saya merasa seperti sedang berperan sebagai tokoh penjahat," kata Chen sambil tersenyum ketika ditanya mengenai atmosfer pendukung Indonesia.
Kemenangan ini membawa Chen/Liu melaju ke babak 16 besar, sedangkan Fajar/Fikri harus mengakhiri langkah mereka lebih cepat di turnamen level Super 1000 tersebut.


































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5495647/original/074499000_1770385031-barba.jpeg)











