Kulit Kering dan Kemerahan? Bisa Jadi Skin Barrier Kamu Bermasalah

2 hours ago 1

CANTIKA.COMJakarta - Dalam beberapa tahun terakhir, istilah skin barrier semakin sering muncul dalam berbagai diskusi kecantikan. Jika sebelumnya banyak orang fokus mencari produk yang bisa membuat kulit lebih cerah atau glowing dalam waktu singkat, kini perhatian mulai bergeser ke kesehatan kulit jangka panjang. Salah satu fondasi yang paling banyak dibicarakan adalah kesehatan skin barrier. 

Menurut Delfianti Pratiwi, Paragon Senior Skincare Scientist, skin barrier merupakan lapisan pelindung terluar kulit yang memiliki peran sangat penting dalam menjaga kesehatan kulit secara keseluruhan. 

"Skin barrier berada di bagian epidermis, yaitu lapisan terluar kulit. Fungsinya adalah melindungi kulit dari berbagai stressor yang bisa mengganggu kesehatan kulit," jelas Delfianti di acara  “The Healthy Skin Barrier Starts with Wardah Cleansing Balm & Toner Pad” di Jakarta, Sabtu, 30 Mei 2026.

Kulit manusia sendiri terdiri atas tiga lapisan utama, yakni epidermis, dermis, dan hipodermis. Di antara ketiga lapisan tersebut, epidermis menjadi garda terdepan yang berhadapan langsung dengan berbagai faktor lingkungan setiap hari. Pelindung Alami dari Sinar UV hingga Polusi Tanpa disadari, kulit setiap hari menghadapi berbagai ancaman yang dapat memengaruhi kesehatannya. 

Mulai dari paparan sinar ultraviolet (UV), polusi udara, mikroorganisme, hingga kebiasaan sehari-hari yang tampak sepele. "Stressor itu bisa berupa UV light, pollution, paparan mikroorganisme, dan berbagai faktor lain yang dapat mengganggu kesehatan kulit," ujar Delfianti. 

Ketika skin barrier berada dalam kondisi optimal, kulit mampu menjalankan fungsi perlindungannya dengan baik. Sebaliknya, ketika lapisan ini terganggu, berbagai masalah kulit dapat mulai muncul. Kulit yang terasa kering, mudah kemerahan, terasa perih saat menggunakan produk tertentu, hingga muncul sensasi tertarik setelah mencuci wajah sering kali menjadi tanda bahwa skin barrier sedang mengalami gangguan. 

Tak hanya berfungsi sebagai pelindung, skin barrier juga berperan dalam menjaga kelembapan alami kulit serta membantu proses penyerapan produk skincare yang digunakan setelahnya. "Skin barrier adalah fondasi dari kesehatan kulit secara keseluruhan. Karena itu menjaga kesehatannya menjadi sangat penting," katanya.

Menghadirkan Delfianti Pratiwi (Paragon Skincare Scientist), Byanda Ramadani Prijono (Brand Building Wardah), beauty content creator Abel Cantika, Content Director The Luxury Reports Arinda Kristie, Wardah meluncurkan Barrier Soothe Twist Cleansing Balm dan Barrier Calming Toner Pad, di Jakarta, Sabtu, 30 Mei 2026/Foto: Doc. Wardah

Tanda Skin Barrier Kamu Bermasalah

tanda-tanda skin barrier yang terganggu sebenarnya bisa dikenali melalui berbagai perubahan pada kulit, baik yang terlihat secara visual maupun yang hanya bisa dirasakan oleh pemilik kulit itu sendiri.

"Kalau tanda-tandanya sudah terlihat secara visual, sebenarnya menurut saya itu sudah agak terlambat. Karena gangguan pada skin barrier biasanya sudah berlangsung lebih dulu sebelum terlihat jelas di permukaan kulit," ujarnya.

Salah satu indikator yang paling mudah dikenali adalah perubahan kondisi kulit yang tampak secara kasat mata. Beberapa tanda yang umum muncul antara lain kulit terlihat lebih kering dari biasanya, muncul serpihan atau bercak putih akibat dehidrasi, hingga kemerahan yang datang berulang atau flare up tanpa penyebab yang jelas.

"Contohnya kulit kering, ada bagian yang mengelupas atau muncul kemerahan di wajah," kata Delfianti.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa fungsi perlindungan alami kulit mulai melemah sehingga lebih rentan terhadap berbagai faktor eksternal seperti polusi, paparan sinar matahari, maupun iritasi dari produk perawatan kulit.

Selain tanda yang terlihat, ada pula gejala yang kerap luput dari perhatian karena tidak tampak secara visual. Padahal, menurut Delfianti, justru sinyal-sinyal inilah yang sering muncul lebih dulu ketika skin barrier mulai terganggu.

Salah satunya adalah rasa perih atau cekit-cekit setelah menggunakan produk skincare tertentu. "Ketika selesai mencuci wajah atau setelah menggunakan skincare, lalu muncul sensasi perih, cekat-cekit, atau kulit terasa tidak nyaman, itu bisa menjadi tanda bahwa skin barrier mulai terganggu," jelasnya.

Tidak sedikit orang yang menganggap sensasi tersebut sebagai reaksi normal dari produk skincare yang digunakan. Padahal, jika terjadi berulang, kondisi itu bisa menjadi sinyal bahwa lapisan pelindung kulit sedang mengalami stres.

Tanda lain yang cukup sering muncul adalah kulit yang menjadi lebih mudah berjerawat atau mengalami breakout. Saat skin barrier melemah, kemampuan kulit untuk mempertahankan keseimbangannya ikut menurun. 

Akibatnya, kulit menjadi lebih rentan terhadap iritasi, peradangan, dan berbagai masalah kulit lainnya. "Kalau wajah terasa lebih mudah breakout dibanding biasanya, itu juga bisa menjadi salah satu tanda skin barrier mulai terganggu," ujar Delfianti.

Karena itu, penting untuk tidak hanya fokus mengatasi jerawat yang muncul, tetapi juga memperhatikan kondisi kesehatan skin barrier secara keseluruhan.

ECKA PRAMITA 

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |