Pemeriksaan kesehatan warga terdampak kebakaran TPA Jatiwaringin.(Dok. Antara)
KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) secara resmi mengeluarkan imbauan kesehatan bagi masyarakat yang terdampak kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang, Banten. Langkah ini diambil guna meminimalisir risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap kebakaran TPA Jatiwaringin yang meluas.
Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, menyarankan warga di sekitar lokasi agar disiplin menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah. Imbauan ini terutama ditujukan bagi kelompok rentan yang memiliki risiko kesehatan lebih tinggi.
"Terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, lansia, dan penderita asma atau penyakit paru," ujar Aji saat dihubungi pada Rabu (8/7).
Panduan Pencegahan Iritasi Saluran Napas
Selain penggunaan masker, Kemenkes menekankan pentingnya membatasi paparan asap dari kebakaran TPA Jatiwaringin secara langsung. Masyarakat diminta untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan jika tidak mendesak. Apabila asap mulai masuk ke dalam area permukiman, warga disarankan segera menutup pintu dan jendela rumah.
"Perbanyak minum air putih dan hindari asap rokok agar iritasi saluran napas tidak bertambah berat," tambah Aji.
Kemenkes juga mengingatkan warga untuk waspada terhadap gejala klinis yang mungkin muncul, seperti:
- Sesak napas atau batuk.
- Sakit kepala dan sakit tenggorokan.
- Mata perih atau iritasi.
Jika keluhan tersebut memburuk atau tidak menunjukkan perbaikan setelah tiga hari, masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke dokter atau fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat.
Update Penanganan Kebakaran
Hingga saat ini, penanganan kebakaran TPA Jatiwaringin terus menunjukkan perkembangan positif. Tim gabungan yang terdiri dari pemerintah daerah dan pusat melaporkan telah berhasil mengendalikan sekitar 45 persen dari total area yang terbakar seluas 14 hektare.
Upaya pemadaman dilakukan secara terpadu melalui kolaborasi lintas kementerian dan lembaga. Sebanyak 300 personel telah diterjunkan ke lokasi untuk mempercepat pengendalian titik api agar tidak semakin meluas ke area lain.
Masyarakat diminta untuk terus mengikuti perkembangan informasi dan arahan dari pemerintah daerah atau petugas setempat terkait kondisi kualitas udara dan tindakan bersama yang harus dilakukan.
Kemenkes memastikan akan terus memantau dampak kesehatan masyarakat di sekitar lokasi kebakaran TPA Jatiwaringin dan berkoordinasi dengan dinas kesehatan setempat untuk menyiagakan layanan medis darurat. (Ant/H-3)

















































