ISRAEL menandatangani kontrak senilai lebih dari US$ 34 juta atau lebih dari 100 juta shekel Israel untuk mengembangkan kemampuan jelajah jarak jauh jet tempur F-35 Adir. Kesepakatan ini diumumkan pada Kamis, 14 Mei 2026, ketika ketegangan antara Israel dan Iran belum mereda.
Menurut laporan Yeni Safak, Direktorat Pengadaan Pertahanan Kementerian Pertahanan Israel meneken kontrak tersebut dengan Cyclone, anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh Elbit Systems.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Pengembangan Tangki Bahan Bakar Eksternal
Dalam pernyataan resminya, Kementerian Pertahanan Israel mengatakan kontrak itu mencakup pengembangan kemampuan jarak tempuh tambahan untuk jet tempur F-35 Adir yang diproduksi oleh Lockheed Martin.
Kontrak tersebut meliputi pengembangan dan integrasi tangki bahan bakar eksternal yang didasarkan pada desain Cyclone yang sebelumnya dikembangkan untuk pesawat tempur F-16.
Kementerian Pertahanan Israel menyatakan proyek ini akan memperpanjang jangkauan operasional F-35, mengurangi ketergantungan pada pengisian bahan bakar di udara, serta meningkatkan fleksibilitas operasi dalam misi jarak jauh.
F-35 Adir merupakan varian F-35 yang dimodifikasi untuk kebutuhan Angkatan Udara Israel. Dengan tambahan tangki bahan bakar eksternal, pesawat ini dapat menjangkau sasaran yang lebih jauh tanpa harus sering melakukan pengisian bahan bakar dari pesawat tanker.
Kemampuan tersebut dinilai penting bagi Israel, terutama untuk operasi yang membutuhkan jarak tempuh panjang, termasuk potensi serangan ke wilayah yang berada di luar jangkauan normal pesawat.
Ketegangan dengan Iran Belum Mereda
Kesepakatan ini diumumkan di tengah meningkatnya ketegangan regional setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari 2026.
Menurut laporan Anadolu, serangan itu memicu serangan balasan dari Teheran terhadap Israel dan sekutu Amerika Serikat di kawasan Teluk. Konflik juga menyebabkan penutupan Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis bagi perdagangan energi global.
Gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April 2026 melalui mediasi Pakistan. Namun, perundingan di Islamabad tidak menghasilkan kesepakatan permanen. Presiden Amerika Serikat Donald Trump kemudian memperpanjang gencatan senjata tanpa menetapkan batas waktu.
Tel Aviv telah meningkatkan status siaga militer untuk mengantisipasi kemungkinan pecahnya kembali perang jika perundingan antara Teheran dan Washington gagal mencapai kesepakatan.






























:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3642128/original/083822000_1637681616-2_000_Hkg660630.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5502638/original/046269700_1770993794-vickery.jpg)















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4242587/original/071303800_1669639098-Timnas_Indonesia__-_Asnawi_Mangkualam_dan_Pratama_Arhan_copy.jpg)
