PENYANYI Afgan menggandeng komposer kenamaan Tanah Air Erwin Gutawa untuk gelaran konser perayaan perjalanan 18 tahun berkarier bertajuk “Retrospektif”. Judul konser dengan nama sama pada album terakhirnya yang rilis November 2025 itu dijadwalkan berlangsung di Plenary Hall, Jakarta Convention Center pada Sabtu, 18 Juli 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Afgan mengatakan dalam proses persiapan konser, dirinya harus mengkurasi sekitar 50 lagu menjadi 30 judul yang akan dibawakan dalam konser. “Tapi 30 judul itu tak semua ya, maksudnya ada yang di-medley dan di-mashup,” katanya di kawasan Senayan, Jakarta pada Rabu, 13 Mei 2026.
Ia pun sempat merasa tak menyangka setelah menilik kembali karya-karyanya, ternyata sudah sampai sekitar 50 judul. “Jadi lagu saya terlalu banyak kalau buat konser tunggal, dan baru sadar ketika mau menyusun song list dan diserahkan ke Mas Erwin,” tuturnya.
Pelantun “Bukan Cinta Biasa” itu menuturkan untuk konsep konsernya dikemas lebih emosional dan menunjukkan sisi perjalanan kariernya selama 18 tahun bermusik. Dalam salah satu pertunjukkannya, ia akan merangkai beberapa lagu menjadi satu kesatuan yang menampilkan sisi emosional. “Nanti ada satu saya berduet dengan salah satu penyanyi idola saya, belum boleh spill di sini. Kami akan menyanyikan medley dan itu menjadi satu cerita,” kata Afgan.
Penyanyi Afgan dan komposer Erwin Gutawa menggelar konferensi pers konser tunggal bertajuk "Retrospektif" yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta Convention Center pada 18 Juli 2026 di Midaz Senayan, Jakarta, 13 Mei 2026. Tempo/Bagus Pribadi
Kecintaan Afgan terhadap penyanyi Chrisye yang pernah bekerjasama dengan Erwin Gutawa, membuat dia juga ingin berkolaborasi dalam aksi panggung. Di sisi Erwin, dirinya mengatakan tak begitu sulit membawakan lagu-lagu Afgan ke format orkestra sebab karakter vokal justru cocok dipadukan dengan musik simfonik. “Dia salah satu penyanyi yang punya timbre suara sangat cantik dengan orkestra, jadi secara teknis enggak ada masalah," ujarnya.
Namun Erwin berupaya menghadirkan aransemen yang mampu menjaga suasana selama konser dengan durasi berjam-jam dan lagu sekitar 30 judul. “Jadi bisa dibilang tantangannya harus bikin satu repertoar orkestra yang boleh dibilang untuk penyanyi terbaik di Indonesia,” katanya.
Meski kolaborasi keduanya sebenarnya bukan hal baru, tapi dalam konser ini orkestrasi menjadi fondasi utama seluruh pertunjukan. Lagu-lagu Afgan akan dibangun ulang melalui string arrangement yang lebih emosional, brass section yang lebih megah, serta dinamika musikal yang lebih teatrikal.
Sementara untuk struktur ticketing seolah dibangun sebagai major solo concert dengan produksi premium, namun tetap menjaga aksesibilitas agar audiens Afgan yang cukup beragam masih dapat menjangkau acara ini. Tiket early bird pun dilaporkan habis dalam waktu relatif cepat yang membuktikan fanbase yang sudah terbentuk selama bertahun-tahun.
"Karena sudah dua tahun tidak menggelar konser, Afgan berharap penonton yang datang memang hadir merasakan bagaimana megahnya panggung. Kemudian mereka pulang merasakan bagaimana kedekatan emosinal Afgan di dalam konser nanti," kata Dolly Sartika, CEO dan Founder Seven Star Production, selaku promotor.






























:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3642128/original/083822000_1637681616-2_000_Hkg660630.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5502638/original/046269700_1770993794-vickery.jpg)















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4242587/original/071303800_1669639098-Timnas_Indonesia__-_Asnawi_Mangkualam_dan_Pratama_Arhan_copy.jpg)
