KEDUTAAN Besar Amerika Serikat di Seoul dilaporkan telah melayangkan permohonan resmi kepada Kepolisian Korea Selatan untuk menangguhkan sementara larangan perjalanan luar negeri bagi ketua HYBE, Bang Si Hyuk. Langkah diplomatik ini muncul di tengah penyelidikan kepolisian yang masih menjerat bos agensi grup K-pop BTS tersebut atas dugaan pelanggaran Undang-Undang Pasar Modal.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Dilansir The Korea Times, Senin, 20 April 2026, Kedubes AS mengirimkan surat kepada Yoo Jae Sung, pelaksana tugas Kepala Badan Kepolisian Nasional Korea Selatan (NPA). Dalam surat tersebut, pihak Kedutaan meminta kerja sama otoritas setempat agar Bang Si Hyuk diizinkan melakukan perjalanan ke Amerika Serikat guna menghadiri perayaan HUT Kemerdekaan Amerika Serikat ke-250 pada Juli mendatang.
Selain agenda kenegaraan, kunjungan ini disebut krusial bagi kepentingan bisnis. Dilansir Korea JoongAng Daily, kehadiran Bang Si Hyuk diperlukan untuk koordinasi langsung terkait tur dunia grup BTS di Amerika Serikat, mengingat peran vitalnya sebagai pengambil keputusan tertinggi di HYBE.
Kasus Dugaan Manipulasi Saham
Bang Si Hyuk telah berada dalam status pencegahan ke luar negeri sejak Agustus tahun lalu. Unit Investigasi Kejahatan Keuangan Kepolisian Seoul tengah mendalami dugaan penipuan dalam proses pencatatan saham perdana (IPO) HYBE pada 2020.
Bang Si Hyuk dituduh memberikan informasi palsu kepada investor pada 2019 dengan mengeklaim tidak ada rencana IPO, padahal persiapan diduga sudah berjalan. Skema ini disinyalir dilakukan agar pihak-pihak tertentu dapat meraup keuntungan ilegal hingga 20 miliar won melalui manipulasi harga saham sebelum melantai di bursa.
Menanggapi dinamika kasus ini, Park Jeong Bo, Kepala Badan Kepolisian Metropolitan Seoul, memberikan sinyal bahwa proses hukum terhadap Bang Si Hyuk telah memasuki babak akhir. "Sebagian besar tinjauan hukum telah selesai, dan kesimpulan akan segera dicapai," ujar Park sebagaimana dilansir dari The Chosun Daily.
Saat ini, pihak kepolisian dilaporkan sedang mempertimbangkan dengan saksama apakah akan menerima permintaan Kedutaan Besar AS untuk mencabut larangan perjalanan tersebut secara sementara. Berdasarkan regulasi, keputusan ini memerlukan koordinasi ketat antara lembaga penyelidik dan Kementerian Kehakiman.
Kasus ini menjadi sorotan karena melibatkan figur sentral dalam industri musik global. Jika permintaan AS dikabulkan, hal ini dikhawatirkan memicu polemik mengenai adanya "perlakuan khusus" bagi tokoh berpengaruh di mata hukum. Di sisi lain, kehadiran Bang Si Hyuk di Amerika dianggap krusial bagi ekspansi bisnis HYBE, termasuk pengelolaan label Ithaca Holdings di sana.
ANDARA ANGESTI


















































