Napak Tilas 1 tahun Bandung Zoo tutup.(MI/Naviandri)
MEMPERINGATI satu tahun penutupan Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoo yang jatuh pada Kamis (6/8) akibat konflik internal di tubuh manajemen, seluruh pegawai Bandung Zoo melakukan napak tilas dengan melakukan apel siaga.
“Kami melakukan napak tilas peristiwa tersebut sebagai pelajaran berharga bagi perawat satwa. Serta memotivasi karyawan bahwa kami pernah bersama-sama di titik terendah. Namun sampai hari ini kami masih tetap berdiri tegak untuk merawat satwa-satwa yang jumlahnya kurang lebih mencapai 600 satwa,” ungkap Ketua Koordinator Pengelolaan Transisi Bandung Zoo, Rohman Suryaman.
Seperti diketahui, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung secara resmi telah menetapkan PT Faunaland sebagai pengelola baru Bandung Zoo, pada Juni 2026 lalu. Namun Rohman mengaku, pihaknya tidak mengetahui secara detil kapan Bandung Zoo dapat mulai beroperasi kembali, baik itu informasi dari pemkot maupun pengelola baru.
"Kami belum mendapat kabar. Mudah-mudahan secepatnya dari tim Faunaland bisa merapat ke Bandung Zoo untuk memberikan kejelasan pada semua karyawan," terangnya.
“Sejak satu tahun penutupan, kini kondisi Bandung Zoo berangsur-angsur membaik. Mulai dari kondisi satwa, biaya operasional, serta nasib parabkaryawan. Alhamdulillah sampai saat ini teman-teman kami di sini masih peduli merawat satwa, apa pun yang terjadi demi keberlangsungan satwa, hidup sehat dan sejahtera,” jelasnya.
Berkaitan dengan nasib para pegawai lama Bandung Zoo, Rohman sudah mendapat kejelasan dari Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan. Bahwa para pegawai tersebut bakal terus bekerja di bawah manajemen pengelola baru. "Info dari Pak Wali Kota, kami seluruh karyawan yang kurang lebih 121 karyawan masih tetap dipekerjakan untuk merawat Bandung Zoo ini,” terangnya.
Meski mengalami penutupan, pihaknya selama ini mendapatkan biaya operasional secara berkala dari Kementerian Kehutanan dan Pemkot Bandung. Lalu untuk satu bulan ke depan, bantuan itu bakal disalurkan kepada pengelola baru Faunaland.
KONDISI SATWA SEHAT
Sementara itu, Kepala Kesehatan dan Penelitian Bandung Zoo, Dedi Trisasongko, menyatakan, saat ini kondisi semua satwa dalam keadaan sehat dan aman. Kondisi tersebut hasil dari kinerja para tim dokter dan keeper yang selalu senantiasa setiap hari memperhatikan satwa.
"Merawat dan memperhatikan kualitas nutrisi, kualitas maupun kuantitas. Kemudian ketika ada satwa yang sakit, kami langsung juga berikan tindakan,” paparnya.
Dedi tidak menampik, konflik yang sempat terjadi tahun lalu sedikit banyak memberi dampak terhadap satwa. Dinamika ini mempengaruhi nutrisi satwa lantaran biaya pakan yang terkena imbas penutupan. Ini sangat terasa sebelum ada bantuan dari pemerintah pusat dan daerah. Namun kini kondisi kesehatan satwa sudah terkendali kembali, terutama yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan pakan dan obat-obatan.
"Dipastikan sehat dari sisi nutrisi maupun dari sisi pengecekan kesehatan. Kami ada dua dokter, kemudian kami juga mempunyai keeper yang lengkap di sini di beberapa divisi yang mengecek satwa. Kami juga memastikan meskipun sejumlah kandang atau sangkar mengalami kerusakan dan sedang dalam proses perbaikan, satwa tidak terkena dampak sama sekali,” tandasnya. (E-2)


















































